Paradigma Dan Realitas Pluralisme: Konteks Dan Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat Majemuk Indonesia

Authors

  • ID Prety Gracia Dara Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia Indonesia Author
  • ID Agnes Dermarci Nuban Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia Indonesia Author
  • ID Valen Febriani Dama Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/jbqg5b85

Keywords:

Pluralism, Pluralistic Society, Christian Religious Education, Tolerance, National Unity, Pluralisme, Masyarakat Majemuk, Pendidikan Agama Kristen, Toleransi, Persatuan Bangsa.

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang terangkum dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman ini merupakan identitas bangsa yang dapat menjadi kekuatan sekaligus tantangan jika tidak dikelola secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan paradigma dan realitas pluralisme masyarakat Indonesia, serta menganalisis konteks dan peran strategis Pendidikan Agama Kristen dalam membangun harmoni dan persatuan nasional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma pluralisme di Indonesia berlandaskan pada nilai filosofis, hukum, dan sosial budaya yang menjunjung tinggi persatuan di tengah perbedaan. Namun, dalam realitasnya masih terdapat tantangan berupa sikap eksklusivisme, intoleransi, dan potensi konflik, meskipun di sisi lain tersimpan peluang besar berupa kekayaan budaya dan modal sosial. Pendidikan Agama Kristen memiliki posisi strategis sebagai wadah pembentukan iman dan karakter, sekaligus berfungsi menanamkan nilai toleransi, menangkal paham radikal, serta memperkuat integrasi bangsa. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan pendidikan agama yang inklusif, moderat, dan relevan dengan konteks masyarakat majemuk.

Kata Kunci : Pluralisme, Masyarakat Majemuk, Pendidikan Agama Kristen, Toleransi, Persatuan Bangsa.

Abstract

Indonesia is known as a country with a rich diversity of ethnicities, religions, races, and cultures, encapsulated in the motto "Bhinneka Tunggal Ika" (Unity in Diversity). This diversity constitutes a national identity that can be both a strength and a challenge if not managed appropriately. This study aims to describe the paradigm and reality of pluralism in Indonesian society, and to analyze the context and strategic role of Christian Religious Education in building national harmony and unity. The method used is qualitative research with a literature review approach and conceptual analysis. The results of the study indicate that the paradigm of pluralism in Indonesia is based on philosophical, legal, and sociocultural values ​​that uphold unity amidst diversity. However, in reality, challenges remain in the form of exclusivism, intolerance, and potential conflict, although on the other hand, significant opportunities exist in the form of cultural richness and social capital. Christian Religious Education holds a strategic position as a forum for faith and character formation, while also functioning to instill values ​​of tolerance, counter radicalism, and strengthen national integration. This article is expected to contribute to the development of religious education that is inclusive, moderate, and relevant to the context of a pluralistic society.

Keywords: Pluralism, Pluralistic Society, Christian Religious Education, Tolerance, National Unity.

 

References

Bouma, G., Halafoff, A., & Barton, G. (2022). Worldview complexity: The challenge of intersecting diversities for conceptualising diversity. Current Sociology, 70(6), 879–897. https://doi.org/10.1177/00113921221079685

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Ju'subaidi, J., Muhadjir, N., & Sumarno, S. (2016). Paradigma pendidikan agama dalam masyarakat plural. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 20(2), 185–197. https://doi.org/10.21831/pep.v20i2.7256

Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional.

Lase, D., & Hulu, E. D. (2020). Dimensi spiritualitas dalam kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Kristen. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan, 13(1), 13–25. https://doi.org/10.36588/sundermann.v13i1.24

Latif, Y. (2011). Negara paripurna: Historisitas, rasionalitas, dan aktualitas Pancasila. Gramedia Pustaka Utama.

Magnis-Suseno, F. (2009). Etika Jawa: Sebuah analisa falsafi tentang kebijaksanaan hidup Jawa. Gramedia Pustaka Utama.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Naidoo, M. (2016). The role of religious education in promoting peace, justice and social cohesion. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 72(4), 1–8. https://doi.org/10.4102/hts.v72i4.3457

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Setiawan, T., De Jong, E. B. P., Scheepers, P. L. H., & Sterkens, C. J. A. (2021). Support for interreligious conflict in Indonesia: Tests of theories on interethnic threat and distrust versus contact. Journal of Pacific Rim Psychology, 15, 1–15. https://doi.org/10.1177/1834490921993295

Soekanto, S. (2002). Sosiologi suatu pengantar. PT RajaGrafindo Persada.

Suparlan, P. (2005). Masyarakat majemuk dan integrasi nasional. Yayasan Obor Indonesia.

Zed, M. (2018). Metode penelitian kepustakaan (3rd ed.). Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-07

Issue

Section

Articles