Sistem Hukum Perkawinan di Dunia (Perbandingan Antar Negara Indonesia dan Malaysia)

Authors

  • ID Putri Rahma Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia Indonesia Author
  • ID Sukiati Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia Indonesia Author
  • ID Iwan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/fp5mkq70

Keywords:

hukum perkawinan, hukum keluarga Islam, Indonesia, Malaysia, maqāṣid al-syarī‘ah

Abstract

Perkawinan merupakan institusi penting dalam hukum Islam yang bertujuan membentuk keluarga yang harmonis serta menjaga ketertiban sosial. Dalam negara modern, pengaturan perkawinan tidak hanya didasarkan pada ketentuan syariat, tetapi juga diatur melalui sistem hukum nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sistem hukum perkawinan di Indonesia dan Malaysia serta menelaah implementasinya dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif melalui studi kepustakaan terhadap berbagai peraturan dan literatur hukum keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara sama-sama mendasarkan pengaturan perkawinan pada prinsip-prinsip hukum Islam, khususnya dalam rukun dan syarat perkawinan. Indonesia mengatur perkawinan melalui sistem hukum nasional yang terpusat dengan integrasi nilai-nilai Islam dalam peraturan perundang-undangan dan peradilan agama. Sebaliknya, Malaysia menerapkan sistem yang lebih desentralistik karena kewenangan hukum keluarga Islam berada pada negara bagian yang diatur melalui undang-undang keluarga Islam dan ditangani oleh mahkamah syariah. Meskipun memiliki perbedaan dalam struktur hukum dan administrasi, kedua sistem hukum tersebut menunjukkan kesesuaian dengan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta melalui pengaturan institusi perkawinan.

 

Kata kunci: hukum perkawinan, hukum keluarga Islam, Indonesia, Malaysia, maqāṣid al-syarī‘ah

References

Abdullah, R. (2020). Islamic family law in Malaysia. Kuala Lumpur: Sweet & Maxwell Asia. Abdullah, R. (2021). The development of Islamic family law in Malaysia. Journal of

Malaysian and Comparative Law, 48(2), 35–52.

Auda, J. (2021). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach.

London: The International Institute of Islamic Thought.

Bulqis, S., Eva, Y., & Zulfan. (2024). Dynamics of the Islamic justice system in Malaysia: An analysis of the differences in state-level Shari'ah courts. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam, 6(1).

Ghozali, A. R. (2021). Fiqh munakahat. Jakarta: Kencana.

Ibrahim, A. (2021). Family law in Malaysia. Kuala Lumpur: LexisNexis Malaysia.

Irade, A. S. L., Adam, & Taufan, M. (2024). Hakikat tujuan pernikahan dalam pandangan hukum Islam. Prosiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu di Era Society 5.0, 3(1).

Jahar, A. S. (2021). Marriage and family in contemporary Islamic law. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 59(2), 350–368.

Kamali, M. H. (2021). Maqasid al-shariah and the reform of Islamic law. Islam and Civilisational Renewal, 12(2), 198–210.

Kharlie, A. T. (2020). Kodifikasi hukum keluarga Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana. Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana.

Mughniyah, M. J. (2020). Al-fiqh ‘ala al-madzahib al-khamsah. Beirut: Dar al-Ilm li al-Malayin.

Nurhayati. (2023). Hukum keluarga Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Nurlaelawati, E. (2010). Modernization, tradition and identity: The Kompilasi Hukum Islam and legal practice in the Indonesian religious courts. Amsterdam: Amsterdam University Press.

Novitasari, U., & Anggraeni, N. N. (2024). Hak dan kewajiban suami istri dalam hukum perkawinan Indonesia: Perspektif keadilan gender. Journal Central Publisher.

Nuryayi Taufik, D., & Karmila, W. (2023). Penerapan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 perubahan atas Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang batas usia perkawinan. As-Sakinah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 16–24.

Al-Raysuni, A. (2022). Imam Al-Shatibi’s theory of the higher objectives and intents of Islamic law. London: IIIT.

Al-Shatibi, A. I. (1997). Al-muwafaqat fi usul al-shari‘ah. Beirut: Dar al-Ma‘rifah.

Shuaib, F. S. (2021). Dual legal system in Malaysia: Civil law and Syariah law. Malayan Law Journal, 5, 25–38.

Shuaib, F. S. (2021). Powers and jurisdiction of Syariah courts in Malaysia. Kuala Lumpur: LexisNexis Malaysia.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat.

Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Syarifuddin, A. (2020). Hukum perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Zin, N. M. (2020). Polygamy and the Islamic family law in Malaysia. Journal of Malaysian and Comparative Law, 47(2), 55–72.

Al-Zuhaili, W. (1989). Al-fiqh al-Islami wa adillatuhu (Vol. 7). Damascus: Dar al-Fikr.

Peraturan Perundang-undangan

Islamic Family Law (Federal Territories) Act 1984. Kompilasi Hukum Islam.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

Downloads

Published

2026-06-22

Issue

Section

Articles