Implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 27 Semarang
DOI:
https://doi.org/10.66914/8ypch031Keywords:
Independent Curriculum, Kurikulum Merdeka, IPS, Implementasi, Guru, Asesmen , Social Studies, Implementation, Teachers, AssessmentAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS di SMP N 27 Semarang.Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka belum optimal karena pemahaman guru masih terbatas,pembelajaran masih berpusat pada guru,serta terdapat kendala sarana dan prasarana.meskipun demikian,guru mulai menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan asesmen formatif secara sederhana. Meskipun demikian,terdapat upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala tersebut,seperti mulai menerapkan pembelajaran berbasisi proyek (Project Based Learning) dan penggunaan asesmen formatif sederhana.Dengan demikian,implementasi Kurikulum Merdeka di SMP N 27 Semarang masih berada pada tahap adaptasi dan memerlukan dukungan berkelanjutan berupa peningkatan kompetensi guru,penyediaan sarana prasarana,serta penguatan komunitas belajar guru agar pelaksanaan kurikulum dapat berjalan lebih efektif.
Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, IPS, Implementasi, Guru, Asesmen
Abstract
This study aims to determine the implementation of the Independent Curriculum in social studies learning at SMP N 27 Semarang. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation and interviews. The results of this study indicate that the implementation of the Independent Curriculum is not optimal because teacher understanding is still limited, learning is still teacher-centered, and there are obstacles in facilities and infrastructure. However, teachers have begun to implement project-based learning and simple formative assessments. However, there are efforts made by teachers to overcome these obstacles, such as starting to implement project-based learning and the use of simple formative assessments. Thus, the implementation of the Independent Curriculum at SMP N 27 Semarang is still in the adaptation stage and requires ongoing support in the form of improving teacher competencies, providing infrastructure, and strengthening teacher learning communities so that curriculum implementation can run more effectively.
Keywords: Independent Curriculum, Social Studies, Implementation, Teachers, Assessment
References
Arikunto, Suharsimi. 2019. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Black, Paul dan Dylan Wiliam. 1998. “Assessment and Classroom Learning.” Assessment in Education, 5(1): 7–74.
Dewey, John. 1938. Experience and Education. New York: Macmillan.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2016. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Fullan, Michael. 2007. The New Meaning of Educational Change. New York: Teachers College Press.
Hamalik, Oemar. 2017. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Hidayat, R., dkk. 2020. Pengembangan Kurikulum Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kemendikbudristek. 2022. Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña. 2014. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. California: Sage Publications.
Moleong, Lexy J. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muslich, Masnur. 2018. KTSP dan Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyasa, E. 2021. Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
OECD. 2019. Teaching and Learning International Survey (TALIS) Results. Paris: OECD Publishing.
Piaget, Jean. 1972. The Psychology of the Child. New York: Basic Books.
Rusman. 2018. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Sani, Ridwan Abdullah. 2020. Pembelajaran Berbasis HOTS. Tangerang: Tira Smart.
Sanjaya, Wina. 2019. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sapriya. 2017. Pendidikan IPS Konsep dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sardiman. 2018. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. 2021. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suryaman, M. 2020. “Orientasi Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(2): 120–130.
Tomlinson, Carol Ann. 2014. The Differentiated Classroom: Responding to the Needs of All Learners. Alexandria: ASCD.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Uno, Hamzah B. 2016. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Vygotsky, Lev S. 1978. Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 5 Kali , Download: 0 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aida Farah Syafitri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Aida Farah Syafitri




