Implementasi Program Kerajinan Tangan Ibu Rumah Tangga di Kampung Pelangi Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang
DOI:
https://doi.org/10.66914/4v50d113Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Kerajinan Tangan, Ibu Rumah Tangga, Partisipasi Masyarakat, Kampung Pelangi, Community Empowerment, Handicrafts, Housewives, Community ParticipationAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya limbah anorganik di Kampung Pelangi dan terbatasnya keterlibatan ekonomi ibu rumah tangga. Program Kerajinan Tangan Ibu Rumah Tangga (Kreta Bunga) hadir sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemberdayaan ekonomi dan partisipasi ibu rumah tangga dalam pelaksanaan Program Kreta Bunga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode field research. Subjek penelitian terdiri atas Ketua Program Kreta Bunga, Ketua RW/Pokdarwis, dan peserta aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji melalui triangulasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan dalam Program Kreta Bunga dilakukan melalui enabling berupa penyebaran informasi, empowering melalui peningkatan keterampilan mengolah limbah menjadi kerajinan, dan protecting melalui pemberian kesempatan serta waktu kegiatan yang fleksibel. Partisipasi ibu rumah tangga meliputi pengambilan keputusan, pelaksanaan produksi, pemanfaatan hasil berupa peningkatan pendapatan dan kemandirian usaha, serta evaluasi dan pengawasan program.
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Kerajinan Tangan, Ibu Rumah Tangga, Partisipasi Masyarakat, Kampung Pelangi
Abstract
This research was motivated by the high amount of inorganic waste in Kampung Pelangi and the limited economic involvement of housewives. The Housewives’ Handicraft Program (Kreta Bunga) was established as a community empowerment initiative through the processing of waste into economically valuable products. This research aimed to describe the economic empowerment and participation of housewives in the implementation of the Kreta Bunga Program. This study employed a descriptive qualitative approach using field research methods. The research subjects consisted of the Head of the Kreta Bunga Program, the Head of the Neighborhood Association (RW)/Pokdarwis, and active participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were validated using triangulation. Data analysis employed the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that empowerment in the Kreta Bunga Program was implemented through enabling, which involved disseminating information about the program; empowering, through improving participants’ skills in processing waste into handicraft products; and protecting, through providing equal opportunities and flexible activity schedules.The participation of housewives included participation in decision-making, production activities, utilization of program outcomes in the form of increased income and business independence, as well as program evaluation and supervision.
Keywords : Community Empowerment, Handicrafts, Housewives, Community Participation, Kampung Pelangi
References
Adi, I. R. (2006). Pemberdayaan, pengembangan masyarakat dan intervensi komunitas. Jakarta: Rajawali Pers.
Adisasmita, R. (2006). Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Graha Ilmu.
Adzkia, N., & Purnomo, D. (2020). Peran Ekonomi Kreatif dalam Peningkatan Pendapatan Komunitas Lokal. Jurnal Ekonomi dan Kreativitas, 5(1), 45–53.
Brundtland Commission. (1987). Our common future. Oxford University Press.
Christanti, S. I. (2023). Kampung Pelangi Semarang as Spectacle of City. Journal Research of Social Science, Economics, and Management, 2(6), 1203– 1220.
Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan ekowisata: Dari teori ke aplikasi. Yogyakarta: Andi.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. (2022). Laporan statistik kunjungan wisata dan dampak ekonomi destinasi unggulan Kota Semarang tahun 2022.
Dwiningrum, S. I. A. (2015). Desentralisasi dan partisipasi masyarakat dalam pendidikan. Yogyakarta: Gava Media.
Halil, H. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Kreatif dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Kaduara Timur Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Ibrah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 99-112.
Handayani, N., Jamiati, K. N., Harun, S. H., Putri, D. Y., & Melati, V. (2023). Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Berbasis Potensi Desa melalui Pembuatan Produk Olahan dan Digital Marketing di Desa Mekarjaya, Bogor. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 274-282.
Korten, D. C. (1990). Getting to the 21st Century: Voluntary Action and the Global Agenda. West Hartford, CT: Kumarian Press.
Kuswantoro, K. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Islam Berbasis Ekonomi Kreatif dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi di Desa Kalisalak Banyumas. ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 3(1), 19-29.
Kriyantono, R. (2020). Teknik praktis riset komunikasi: Disertai contoh praktik riset kualitatif dan kuantitatif. Jakarta: Kencana.
Mulyana, D. (2008). Metodologi penelitian kualitatif: Paradigma baru ilmu komunikasi dan ilmu sosial lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Putri, D. W., & Nurohmah, A. (2021). Pemberdayaan Perempuan Melalui Kerajinan Daur Ulang di Lingkungan Wisata. Jurnal Komunitas Indonesia, 3(2), 89– 97.
Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster.
Sachs, J. D. (2023). The Age of Sustainable Development (2nd ed.). Columbia University Press.
Saito, T. (2021). Waste Management in Creative Tourism Villages. Environmental Planning Review, 45(3), 201–218.
Santoso, A. I. (2017). Ekonomi Kreatif sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Pelangi Semarang. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 7(2), 104–108.
Soemadi Rekso Putranto. (1992). Strategi peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Jakarta: LP3ES.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharto, E. (2009). Pembangunan, pemberdayaan, dan masyarakat madani. Jakarta: PT Refika Aditama.
Suliyanto. (2018). Metode penelitian bisnis. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Sutrisno, R., & Wahyuni, A. (2018). Ekonomi Kreatif: Tantangan dan Peluang untuk Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 4(3), 210-221.
Wicaksono, R., & Fitri, A. (2023). Analisis Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga melalui Kerajinan Berbasis Sampah. Jurnal Ekonomi Kreatif dan Inovasi, 6(2), 123–135.
Wijaya, H., & Nasution, A. (2022). Model Kemitraan Pemerintah-Komunitas dalam Pengembangan Desa Wisata. Jurnal Administrasi Publik, 5(3), 234–245.
Yuliana, S. (2022). Kampung Pelangi: Studi Kasus Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas. Jurnal Sosial dan Budaya, 6(1), 67-79.
Zamroni. (2011). Pendidikan berbasis komunitas: Pengembangan alternatif di tengah arus globalisasi. Yogyakarta: Genta Press.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 0 Kali , Download: 0 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Chintya Dzulfiani Safitri, Ilyas (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Chintya Dzulfiani Safitri




