Sikap Toleransi dalam Membangun Harmoni Sosial di Kalangan Mahasiswa dan Dosen Binus University
Keywords:
dialogue; harmony; interfaith tolerance; peacebuilding; SDG 16Abstract
This study explores the role of interfaith dialogue as a strategic approach to strengthening social harmony within pluralistic communities. The background of this research lies in the increasing tension, misunderstanding, and prejudice among groups that differ in religious identity, which often escalates into social conflict. The objective of this study is to describe how interfaith dialogue contributes to tolerance-building, conflict mitigation, and the creation of inclusive social spaces. The research employs a qualitative descriptive method supported by literature studies. The findings indicate that interfaith dialogue is effective in reducing negative perceptions, expanding mutual understanding, and reinforcing collective commitment to peace. This study also confirms that strengthening dialogue at the community level aligns with SDG 16, which emphasizes peace, justice, and strong institutions. The results highlight that dialogue-based initiatives—especially when involving youth, religious leaders, and community organizations—significantly contribute to building resilient and harmonious communities.
Keywords: dialogue; harmony; interfaith tolerance; peacebuilding; SDG 16
Abstrak.
Penelitian ini membahas peran dialog antarumat beragama sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang plural. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya ketegangan, prasangka, dan kesalahpahaman antar kelompok berbeda agama yang berpotensi memicu konflik sosial. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan bagaimana dialog antaragama berkontribusi dalam membangun toleransi, mengurangi konflik, serta menciptakan ruang sosial yang inklusif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog antaragama efektif dalam menurunkan persepsi negatif, memperluas pemahaman bersama, dan memperkuat komitmen kolektif terhadap perdamaian. Studi ini juga menegaskan bahwa penguatan dialog pada tingkat komunitas selaras dengan SDG 16 yang menekankan perdamaian, keadilan, dan institusi yang tangguh. Temuan menunjukkan bahwa inisiatif berbasis dialog—khususnya yang melibatkan pemuda, tokoh agama, dan organisasi masyarakat—berkontribusi signifikan terhadap pembangunan masyarakat yang tangguh dan harmonis.
Kata kunci: dialog; harmoni; toleransi antaragama; pembangunan perdamaian; SDG 16
Downloads
References
Feby Widiyanto, J. N., Salsabila, I. M., Saragih, J. D., & Pandin, M. G. (2022). Faktor yang Memengaruhi Tingkat Pluralisme Kaum Muda di Era Digital. Jurnal Sains Sosial dan Humaniora (JSSH), 6(2). https://doi.org/10.30595/jssh.v6i2.12763 Jurnal Nasional UMP
Putri, T. M., Tumanggor, R. O., Noviyanthi, C. E., Medah, S. V., Tanjaya, C. O., & Bidara, A. M. (2024). Persatuan dalam Keberagaman: Pengaruh Media Sosial terhadap Toleransi dan Integrasi Sosial di Indonesia. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 5(7), 101–110. https://doi.org/10.6578/triwikrama.v5i7.7249 Warunayama
Mince Maria Manuain, L., Moru, O. O., Renda, T., Pellondou, A. O., & Naitboho, J. (2022). Persepsi Generasi Z Terhadap Toleransi Beragama di Media Sosial. Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial, 6(2), 213–224. https://doi.org/10.30762/asketik.v6i2.269 Jurnal Fuda+1
Azizah, M., Tumanggor, R. O., Hayfatunisa, G., Andriyani, A., Niziliani, S., & Natahsya, A. (2024). Peran Media Sosial dalam Membentuk Sikap Moderasi dan Toleransi pada Generasi Z. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(4). https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i4.37412 Journal Universitas Pahlawan
Valencia, Z. A., & Lestari, A. F. (2024). Pola Komunikasi Antar Budaya Generasi Z Dalam Menjaga Toleransi Beragama (Studi Kasus War Takjil 2024 di TikTok). ARUNIKA: Bunga Rampai Ilmu Komunikasi, 2(2). https://doi.org/10.36782/arunika.v2i02.376 ojs.bakrie.ac.id
Ayu Nurfaizah, Fransiska Dewi, & Stephanus Aranditio. (2023, April 17). Menjaga Toleransi melalui Konten Digital. Kompas.id. https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/04/17/menjaga-toleransi-melalui-konten-digital Kompas
Widayat, B. K. J., Utomo, A. N., Pongsale, I., Gayatri, K. A., & Natalia, A. P. (2025). Toleransi atau Normalisasi: Bagaimana Ragam Postingan Media Sosial Menjadi Role Model Dalam Membentuk Kebiasaan Gen Alpha dan Gen Beta. Tarfomedia, 6(1). https://ejournal.starki.id/index.php/tarfo/article/view/154 E-Journal STARKI
Sartika, I., dkk. (2024). Pendidikan Multikultural untuk Generasi Muda: Strategi Membangun Karakter Toleransi. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 10(2). https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/cobaBK/article/view/26493 Jurnal Ar-Raniry
Idris, A. F., Rosmayanti, A., Afiyanti, A., Zakiya, D., Il Maknunah, L., & Nurjaman, A. R. (2024). Toleransi Beragama di Era Digital: Studi Tentang Perilaku Interaksi Mahasiswa Antar Agama di Media Sosial. Bayani: Jurnal Studi Multikultural, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.52496/bayaniV.4I.1pp1-12 Journal of Bandung University
Santika, N., Suderajat, A., Lihida, L., Rahmadani, O., Astawa, I. N. S., & Tarupay, H. K. (2022). Peran Media Sosial Facebook dalam Pembentukan Toleransi Beragama di Era Digital. HAPAKAT: Jurnal Hasil Penelitian, 4(1). https://doi.org/10.33363/hpkt.v4i1.1528
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 214 Kali , Download: 169 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Huang Mei Thieng, Chalysta Kezia Sodikim, Estella Nelvina, Fillipus Manson, Aryusmar, Heru Widoyo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

