Kesenjangan dalam Praktik Pengelompokan Peserta Didik dan Implikasinya terhadap Keadilan Pembelajaran
Keywords:
Student Grouping, Ability Grouping, Educational Equity, Learning Disparities, Differentiated InstructionAbstract
Student grouping is a common strategy implemented in schools to manage diverse learning abilities and enhance instructional effectiveness. However, in practice, student grouping often creates disparities that affect educational equity. This study aims to comprehensively examine student grouping practices and their implications for equity in learning based on national and international research findings. This study employs a qualitative approach using a literature review method, analyzing various scholarly sources such as journal articles, undergraduate theses, master’s theses, and research reports published between 2015 and 2025. Data were analyzed using descriptive content analysis to identify forms of student grouping, emerging disparities, and their impacts on students’ academic, social, and psychological dimensions. The findings indicate that ability- or achievement-based grouping tends to widen learning gaps, particularly for students from disadvantaged socioeconomic backgrounds. Additionally, rigid and permanent grouping practices often lead to labeling and stigmatization, which negatively affect students’ motivation and learning experiences. Therefore, more flexible and inclusive grouping approaches, supported by differentiated instruction, are necessary to balance equity and effectiveness in learning. This study is expected to contribute to educators’ and policymakers’ understanding of designing fair and inclusive student grouping practices that address the diverse needs of all learners.
Keywords: Student Grouping, Ability Grouping, Educational Equity, Learning Disparities, Differentiated Instruction
Abstrak
Pengelompokan peserta didik merupakan salah satu strategi yang umum diterapkan di sekolah untuk mengelola keberagaman kemampuan belajar dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Namun, dalam praktiknya, pengelompokan peserta didik sering kali menimbulkan kesenjangan yang berdampak pada keadilan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif praktik pengelompokan peserta didik serta implikasinya terhadap keadilan pembelajaran berdasarkan hasil penelitian nasional dan internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, skripsi, tesis, dan laporan penelitian yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi bentuk pengelompokan peserta didik, kesenjangan yang muncul, serta dampaknya terhadap aspek akademik, sosial, dan psikologis peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelompokan berbasis kemampuan atau prestasi akademik berpotensi memperlebar kesenjangan pembelajaran, terutama bagi peserta didik dari latar belakang sosial ekonomi rendah. Selain itu, praktik pengelompokan yang bersifat permanen cenderung memunculkan labelisasi dan stigma yang berdampak negatif terhadap motivasi dan pengalaman belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengelompokan yang lebih fleksibel dan inklusif melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi guna menyeimbangkan prinsip pemerataan dan keadilan pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam merancang praktik pengelompokan peserta didik yang lebih adil dan berpihak pada kebutuhan seluruh peserta didik.
Kata kunci: Pengelompokan Peserta Didik, Ability Grouping, Keadilan Pembelajaran, Pemerataan Pendidikan, Pembelajaran Berdiferensiasi.
Downloads
References
Andrianto, M. Y. (2019). Sistem pengelompokan kelas peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri (Tesis, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya). Repository UIN Sunan Ampel. http://digilib.uinsa.ac.id/41914/2/muhammad%20yusuf%20andrianto_d03215021.pdf
Novita, A. (2018). Manajemen peserta didik dalam pengelompokan belajar siswa (Skripsi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh). Repository UIN Ar-Raniry.https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/5075/1/Andira%20Novita.pdf
Taylor, B., Francis, B., Archer, L., Hodgen, J., Mazenod, A., Pepper, D., & Travers, M. C. (2019). Attainment grouping in schools: Implications for equity. UCL Institute of Education.https://discovery.ucl.ac.uk/id/eprint/10148043/1/Taylor%20et%20al%20PKU%20attainment%20grouping%20FINAL.pdf
Wibowo, A., & Nurhadi. (2017). Sistem pengelompokan peserta didik di sekolah dasar negeri. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 1(2), 123–131. https://journal2.um.ac.id/index.php/jmsp/article/download/1878/1108
Yuliani, S. (2016). Penerapan pengelompokan siswa berdasarkan prestasi. Jurnal Psikologi Pendidikan, 5(1), 45–56. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/download/10609/8443
Zahra, R. (2018). Pengaruh persepsi peserta didik mengenai pengelompokan kelas terhadap motivasi belajar. Journal of Social Science and Education, 2(1), 88–97. https://sjee.unbari.ac.id/index.php/ojssjee/article/download/169/162
Sari, D. P. (2017). Implementasi model pengelompokan peserta didik dalam kelas paralel. Jurnal Pendidikan, 9(2), 134–145. https://eprints.ums.ac.id/51238/1/artikel%20publikasi%20publikasi.pdf
Rahmawati, L. (2020). Pengaturan pengelompokan peserta didik pada lembaga pendidikan formal. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Bimbingan, 6(1), 55–66.
https://ifrelresearch.org/index.php/jmpb-widyakarya/article/download/957/993
Francis, B., Taylor, B., & Archer, L. (2024). Does within-school between-class ability grouping harm disadvantaged students? European Sociological Review, 41(5), 722–739.https://academic.oup.com/esr/article/41/5/722/7925690
Mazenod, A., & Francis, B. (2024). Why do schools continue to use between-class ability grouping? Research in Education, 112(1), 1–17.
https://link.springer.com/content/pdf/10.1007/s11125-024-09710-y.pdf
Francis, B., Taylor, B., Archer, L., & Mazenod, A. (2025). If, and how, to group by “ability”: Implications for educational equity. Oxford Review of Education.
https://www.tandfonline.com/doi/pdf/10.1080/03055698.2025.2511914
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 166 Kali , Download: 155 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Gian Olivia Putri, Dwika Andreano, Muhammad Novrianto, Linardo Pratama (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

