Analisis Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SD Negeri 1 Tenajar Lor 1
Keywords:
Group Investigation Model, Science, Qualitative, Learning, Cooperative LearningAbstract
Learning models play an important role in achieving educational objectives, particularly in science (IPA) learning. Selecting an engaging learning model that is appropriate to the subject matter can encourage students to actively participate in the teaching and learning process. This implies that, during learning activities, students are expected to be confident in communicating, interacting, and expressing arguments. The creation of an enjoyable learning atmosphere can foster students’ ability to understand the material being taught. The Group Investigation learning model can support active learning by emphasizing student-centered learning principles and encouraging critical thinking. This study employed a descriptive method with a qualitative approach. Descriptive research involves collecting data based on factors that support the research object, which are then analyzed to identify their roles. The Group Investigation model requires high-quality communication. Supported by previous studies, this model allows students greater freedom in completing tasks, promotes creativity in problem solving, and encourages active exploration of learning resources that can be used to address problems. Based on the analysis of the implementation of the Group Investigation model in Grade V science learning at SD Negeri Tenajar Lor 1, the triangulation of qualitative data revealed that students felt assisted and motivated in their learning. They also perceived themselves to be more active, leading to the conclusion that the learning process was highly enjoyable.
Keywords: Group Investigation Model, Science, Qualitative, Learning, Cooperative Learning.
Abstrak
Model pembelajaran sangat berperan penting untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai khususnya dalam pelajaran IPA. Pemilihan model pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi yang diajarkan, akan membuat siswa turut aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Artinya, bahwa dalam proses pembelajaran diharapkan siswa berani untuk melakukan komunikasi, interaksi dan berargumentasi. Dampak terciptanya suasana belajar yang menyenangkan dapat mendorong munculnya kemampuan siswa untuk memahami materi yang diberikan. Model pembelajaran Group Investigation bisa membantu siswa aktif belajar dengan mengedepankan prinpsip pembelajaran kepada keatifan siswa dalam berifkir. Penelitian yang dipergunakan adalah deskriptif dan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan data-data yang dikumpulkan berdasarkan faktor-faktor yang mendukung objek penelitian kemudian dianalisis faktor tersebut yang kemudian dicari peranannya. Group Investigation menuntut komunikasi berkualitas. Dengan didukung sebuah penelitian yang menyatakan dengan adanya pembelajaran group investigation siswa akan lebih bebas dalam mengerjakan, kreatif mencari pemecahan masalah dan aktif dalam pencarian sumber-sumber pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pemecahan masalah. Dari hasil analisis penerapan model group investigation pada siswa kelas V dalam pembalajaran IPA di SD Negeri Tenajar Lor 1 berdasarkan hasil triangulasi data penelitian kualitatif menemukan bahwa siswa merasa terbantu dan termotivasi dalam pembelajaran serta siswa juga merasa lebih aktif dalam pembelajarannya dengan menyimpulkan bahwa pembelajaran yang berlangsung sangat menyenangkan.
Kata kunci: Model Group Invetigation, IPA, Kualitatif, Pembelajaran, Kooperatif.
Downloads
References
Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning, Teori & Aplikasi PAIKEM. Surabaya: Pustaka Pelajar
Ahmad, Susanto. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Amin Karafkan, Muhammad. 2015. “Investigation The Effects of Group Investigation (GI) and Cooperative Integrated Reading and Comprehension (CIRC) as the Cooperative Learning Techniques on Learner’s Reading Comprehension.” International Journal of Applied Linguistics & English Literature 4(6):8–15.
Arikunto, S. 2016. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Artini, dkk. 2015. “Penerapan Model Kooperatif tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV SD INPRES 1 Tondo”, e-Journal Mitra sains, Vol. 3, No. 1.
Delismar, dkk. 2013. Peningkatan Kreativitas dan Keterampilan Proses Sains Siswa melalui Penerapan Model Group Investigation. Jurnal Program Magister Pendidikan IPA Universitas Jambi.
Fauziah. (2018). Model Kooperatif Tipe Group Investigation Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Iv Min 26 Aceh Besar. SKRIPSI. Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan (Ftk) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh 2019 M/1440 H
Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Huda, Miftahul. 2013. Cooperatif Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Irawan, Fajar Jefri., and Ningrum. 2016. “Pengaruh Penggunaan Model Cooperative Learning Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan (PKWU) Siswa Kelas X Semester Genap SMK Negeri 1 Metro Tp 2015-2016.” 4(2):61–68.
Mukhtar. 2013. Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta Selatan: Referensi (GP Press
Group).
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.
Bandung: Penerbit Alfabeta.
Trianto. 2011. Mendesain Model pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Group.
Trianto. 2011,Model Pembelajaran Terpadu: Konsep Dan Implementasinya Dalam KTSP,(Jakarta: Bumi Aksara)
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 27 Kali , Download: 23 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Selfi Yuliana Sabila, Liyana Sunanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

