Bisnis yang Bernilai Ibadah: Mengelola Rezeki Tanpa Melupakan Akhirat dalam Perspektif Hadis
Keywords:
Business Ethics, Hadith, Worship-Oriented Business, Rizq, Thematic Hadith, Bisnis Bernilai Ibadah, Hadis, Etika Bisnis Islam, Rezeki, Hadis TematikAbstract
Business activities are an integral part of human life and occupy a significant position in Islamic teachings. In the hadith tradition, business is not merely understood as an economic activity but also as a means of worship when conducted in accordance with ethical and spiritual principles. However, contemporary business practices often prioritize material profit while neglecting moral and eschatological dimensions. This article aims to examine the concept of business that holds devotional value from the perspective of hadith by analyzing its principles, ethical foundations, and spiritual orientations using a thematic hadith approach. This study employs a qualitative method with library research as its primary approach. Data were collected from authoritative hadith compilations through thematic searches using keywords related to business, trade ethics, sustenance (rizq), honesty, trustworthiness, and accountability in the hereafter. The data were analyzed through classification and interpretative content analysis techniques. The findings reveal that the Prophet Muhammad ﷺ emphasized the integration of worldly business activities with ukhrawi consciousness, highlighting principles such as honesty (ṣidq), trustworthiness (amānah), fairness (‘adl), and social responsibility. The hadiths also establish ethical boundaries in business practices, including the prohibition of fraud, deception, exploitation, usury, and injustice. Furthermore, business conducted with sincere intention and ethical commitment contributes not only to economic prosperity but also to spiritual growth and social welfare.
Keywords: Business Ethics, Hadith, Worship-Oriented Business, Rizq, Thematic Hadith
Abstrak
Aktivitas bisnis merupakan bagian integral dari kehidupan manusia dan memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Dalam perspektif hadis, bisnis tidak semata-mata dipahami sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai sarana ibadah apabila dijalankan sesuai dengan prinsip etika dan nilai spiritual. Namun, praktik bisnis kontemporer sering kali lebih menitikberatkan pada keuntungan material dan mengabaikan dimensi moral serta orientasi akhirat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep bisnis yang bernilai ibadah dalam perspektif hadis dengan menelaah prinsip, landasan etika, dan orientasi spiritualnya melalui pendekatan hadis tematik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari kitab-kitab hadis primer melalui penelusuran tematik menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan bisnis, etika muamalah, rezeki, kejujuran, amanah, serta pertanggungjawaban di akhirat. Data tersebut dianalisis dengan teknik klasifikasi dan interpretasi konten hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ menekankan keterpaduan antara aktivitas bisnis duniawi dan kesadaran ukhrawi melalui prinsip-prinsip seperti kejujuran (ṣidq), amanah, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Hadis-hadis juga menetapkan batasan etis dalam praktik bisnis, seperti larangan penipuan, kecurangan, eksploitasi, riba, dan ketidakadilan. Selain itu, bisnis yang dijalankan dengan niat yang lurus dan komitmen etis tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi, tetapi juga pada pertumbuhan spiritual dan kemaslahatan sosial.
Kata kunci: Bisnis Bernilai Ibadah, Hadis, Etika Bisnis Islam, Rezeki, Hadis Tematik
Downloads
References
Ibn al-Ḥajjāj, Muslim. Al-Musnad Al-Ṣaḥīḥ Al-Mukhtaṣar Bi Naql Al-ʻAdl ʻan Al-ʻAdl Ilā Rasūl Allāh Ṣallā Allāh ʻalaih Wasallam. Edited by Muḥammad Fu’ād ʻAbd al-Bāqī. Vol. 1–5. Dār Iḥyā’ al-Turāṡ al-ʻArabiy, 1955.
Bukhāriy, Abū ʻAbdillāh Muḥammad ibn Ismāʻīl ibn Ibrāhīm ibn al-Mugīrah al-Juʻfiy al-. Al-Jāmiʻ Al-Musnad Al-Ṣaḥīḥ Al-Mukhtaṣar Min Umūr Rasūl Allāh Ṣallā Allāh ʻalaih Wasallam Wa Sunanih Wa Ayyāmih. Edited by Muḥammad Zuhair ibn Nāṣir al-Nāṣir. Vol. 1–9. Dār Ṭauq al-Najāt, 1422.
Nassā’iy, Abū ʻAbd al-Raḥmān ibn Syuʻaib ibn ʻAliy al-Khurrāsāniy al-. Al-Mujtabā Min Al-Sunan (Al-Sunan Al-Ṣugrā Li Al-Nassā’iy). Edited by ʻAbd al-Fattāḥ Abū Guddah. Vol. 1–8. Aleppo: Maktab al-Maṭbūʻāt al-Islāmiyyah, 1986.
Tirmiżiy, Abū ʻĪsā Muḥammad ibn ʻĪsā ibn Saurah ibn Mūsā al-Ḍaḥḥak al-. Al-Jāmiʻ Al-Kabīr (Sunan Al-Tirmiżiy). Edited by Basysyār ʻAwad Maʻrūf. Vol. 1–6. Beirut: Dār al-Garb al-Islāmiy, 1996.
bn Mājah, Abū ʻAbdillāh Muḥammad ibn Yazīd. Sunan Ibn Mājah. Edited by Syuʻaib al-Arna’ūṭ, ʻĀdil Mursyid, and ʻAbd al-Laṭīf Haraz Allāh. Vol. 1–5. Dār al-Risālah al-ʻālamiyyah, 2009.
Ibn Ḥanbal, Aḥmad. Musnad Al-Imām Aḥmad Ibn Ḥanbal. Edited by Aḥmad Muḥammad Syākir. Vol. 1–20. Kairo: Dār al-Ḥadīṡ, 1995.
Dārimiy, Abū Muḥammad ʻAbdi ibn ʻAbd al-Raḥmān ibn al-Faḍl ibn Bahrām ibn ʻAbd al-Ṣamad al-. Al-Musnad Al-Jāmiʻ Al-Maʻrūf Bi Sunan Al-Dārimiy. Edited by Ḥusain Salīm Asad al-Dārāniy. Vol. 1–4. Dār al-Mugnī, 2000.
Zulkifli, Mohd., dan Che Omar Ana Siti Saripuddin. “Konsep Etika Bisnis Islam dalam Kewirausahaan.” Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, Vol. 6, No. 2, 2016.
Huda, Nurul, dkk. “Etika Bisnis Islam dalam Perspektif Hadis.” Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, Vol. 9, No. 1, 2017.
Rohman, Fathur. “Hadis-Hadis Muamalah dan Relevansinya terhadap Bisnis Kontemporer.” Jurnal Studi Hadis, Vol. 4, No. 2, 2018.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 108 Kali , Download: 104 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Samsul Hilal, Muhammad Alif (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

