Konsep Komunikasi Lingkungan (Environmental Communication, Ecological Communication)

Authors

  • Nurul Mursida Siregar Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahman Addary Padangsidimpuan, Indonesia Author
  • Mhd. Latip Kahpi Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahman Addary Padangsidimpuan, Indonesia Author

Keywords:

Environmental Communication, Ecological Communication, Development Communication.

Abstract

Increasingly complex environmental crises require approaches that are not merely technical but also communicative, social, and cultural. This article aims to analyze the concepts of environmental communication and ecological communication and their relevance to sustainable development in the Indonesian context. This study employs a qualitative descriptive method through a literature review of academic books, scholarly journals, reports from national and international institutions, and environmental policy documents. The findings indicate that environmental communication plays a crucial role in raising public awareness, shaping attitudes, and encouraging community participation in environmental preservation. Meanwhile, ecological communication, as conceptualized by Niklas Luhmann, offers a critical perspective on how environmental issues are socially constructed and negotiated within communication systems involving political, economic, and cultural interests. In Indonesia, effective environmental communication practices are reflected in public campaigns, civil society advocacy, environmental journalism, and religion-based environmental movements. This article argues that the integration of environmental and ecological communication is a strategic instrument in supporting sustainable development and strengthening social and religious responsibility toward environmental sustainability.

Keywords: Environmental Communication, Ecological Communication, Development Communication.

Abstrak

Krisis lingkungan yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga komunikatif, sosial, dan kultural. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep komunikasi lingkungan dan komunikasi ekologi serta relevansinya dalam konteks pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap buku akademik, jurnal ilmiah, laporan lembaga nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan terkait isu lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran publik, membentuk sikap, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup. Sementara itu, komunikasi ekologi, sebagaimana dikembangkan oleh Niklas Luhmann, memberikan pemahaman kritis mengenai bagaimana isu-isu lingkungan dikonstruksi dan dinegosiasikan dalam sistem komunikasi sosial yang melibatkan kepentingan politik, ekonomi, dan budaya. Dalam konteks Indonesia, praktik komunikasi lingkungan yang efektif terlihat melalui kampanye publik, advokasi masyarakat sipil, jurnalisme lingkungan, serta gerakan dakwah berbasis nilai-nilai keagamaan. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi komunikasi lingkungan dan komunikasi ekologi merupakan instrumen strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial dan religius manusia terhadap kelestarian lingkungan.

Kata kunci: Komunikasi Lingkungan, Komunikasi Ekologi, Komunikasi Pembangunan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aminah, S., Yuningsih, S., Purnamasari, O., & Nurhayati, E. S. (2024). Strategi komunikasi lingkungan dalam kampanye minim sampah. Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis, 7(1), 77–88. https://doi.org/10.24853/pk.7.1.77-88

Astuti, E. F., Inayah, F., & Dahana, A. S. B. (2024). Resonance of climate crisis discourse in Indonesian online media: A reflection on ecological communication theory. CHANNEL: Jurnal Komunikasi, 12(1), 66–75. https://doi.org/10.12928/channel.v12i1.687

Cellu, M. C., Cangara, H., & Unde, A. A. (2025). Strategi komunikasi lingkungan berbasis partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi mangrove di pesisir Kabupaten Pinrang. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 13(2).

https://doi.org/10.21009/jgg.v132.02

Cox, J. R., & Pezzullo, P. C. (2016). Environmental communication and the public sphere (4th ed.). Los Angeles: Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/environmental-communication-and-the-public-sphere/book242256

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/research-design/book237357

Dwivayani, K. D., & Almalita, R. (2025). Environmental communication in community-based waste management initiatives. Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi, 6(1). https://doi.org/10.21093/lentera.v6i1.5144

Fischer, F. (2000). Citizens, experts, and the environment: The politics of local knowledge. Durham: Duke University Press.

Fitryarini, I. (2025). Pemberitaan dan persepsi masyarakat tentang lingkungan hidup di media cetak lokal Kalimantan Timur. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1). https://doi.org/10.31315/jik.v11i1.302

IPCC. (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Cambridge: Cambridge University Press. https://www.ipcc.ch/report/ar6/wg1/

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2020). Laporan tahunan KLHK 2019. Jakarta: KLHK. https://www.menlhk.go.id

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/content-analysis/book258450

Luhmann, N. (1989). Ecological communication. Chicago: University of Chicago Press.

https://press.uchicago.edu/ucp/books/book/chicago/E/bo3621242.html

Maolana, M. S., Muljono, P., & Utami, A. (2025). Komunikasi lingkungan dalam ekowisata: Perbandingan persepsi pesan dan efektivitas framing pesan. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 22(1), 37–47. https://doi.org/10.46937/22202450027

Majelis Ulama Indonesia. (2016). Fatwa MUI No. 30 Tahun 2016 tentang hukum pembakaran hutan dan lahan. Jakarta: MUI. https://mui.or.id

Nisbet, M. C. (2009). Communicating climate change: Why frames matter for public engagement. Environment: Science and Policy for Sustainable Development, 51(2), 12–23. https://doi.org/10.1080/00139150902793297

Prastyo, D. T. (2025). Ecological da‘wa as an alternative model of development communication. Journal of Islamic Communication and Counseling, 2(1). https://doi.org/10.18196/jicc.v2i1.26

Rahayu, S., & Evanita, S. (2024). Environmental communication strategy for sustainable waste management through community empowerment. Journal of Business Studies and Management Review, 7(2), 125–130. https://doi.org/10.22437/jbsmr.v7i2.33500

Rasina, S., & Firdaus, M. (2025). Komunikasi lingkungan BBKSDA Riau dalam mengembangkan ekowisata. Jurnal Media Informatika, 6(2), 1307–1315. https://doi.org/10.55338/jumin.v6i2.5528

Waluyo, B. D., & Buwono, A. B. C. (2023). Komunikasi lingkungan: Motivasi dan taktik komunitas dalam perbaikan sosiokultural masyarakat pesisir Sungai Banjarmasin. Al-Hiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah, 11(1), 71–79. https://doi.org/10.18592/al-hiwar.v11i1.8877

Wulandari, A., Hernawan, W., & Waskito, B. (2024). The effect of environmental communication on community participation in waste management (case study of Emak.id Waste Bank, South Lampung). CONVERSE Journal of Communication Science, 2(1). https://doi.org/10.47134/converse.v2i1.4587

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1139005

Downloads

Published

2025-12-29