Keunikan Tenunan Songket Nagari Unggan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung

Authors

  • Mustafa Bisri Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang, Indonesia Author
  • Asriza Restu Pendidikan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang, Indonesia Author
  • Afifah Montana Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang, Indonesia Author
  • Azra Fajriah Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang, Indonesia Author

Keywords:

Unggan Songket, Traditional Weaving, Cultural Heritage.

Abstract

Songket Nagari Unggan is a traditional cultural heritage with high aesthetic value and cultural significance. This study aims to examine the uniqueness of Nagari Unggan songket weaving, including the production process, motifs, and cultural values contained within. The study used a qualitative approach with a descriptive qualitative design. Data were collected through observations and interviews with songket artisans and local community leaders. The results indicate that Unggan songket is still produced traditionally using a non- machine loom (ATBM) and is passed down from generation to generation. Songket motifs contain philosophical meanings related to Minangkabau traditional values and serve as a cultural identity for the community. The uniqueness of Unggan songket lies in its weaving technique, diverse motifs, and symbolic value that distinguish it from songket from other regions. This research is expected to support efforts to preserve local cultural heritage.

Keywords: Unggan Songket, Traditional Weaving, Cultural Heritage.

 

Abstrak

Songket Nagari Unggan merupakan salah satu warisan budaya tradisional yang memiliki nilai estetika dan makna budaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keunikan tenunan songket Nagari Unggan, meliputi proses pembuatan, motif, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pengrajin songket serta tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa songket Unggan masih diproduksi secara tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) dan diwariskan secara turun-temurun. Motif songket mengandung makna filosofis yang berkaitan dengan nilai adat Minangkabau dan berfungsi sebagai identitas budaya masyarakat. Keunikan songket Unggan terletak pada teknik menenun, ragam motif khas, serta nilai simbolik yang membedakannya dari songket daerah lain. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian warisan budaya lokal.

Kata kunci: Songket Unggan, Tenunan Tradisional, Warisan Budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ernawati, & Dkk. (2018). Tata Busana. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

Fitri, N. (2021). Pelestarian Kain Songket Unggan sebagai Identitas Budaya Lokal di Kabupaten Sijunjung. Jurnal Warisan Budaya, 5(2), 45–52. https://doi.org/10.598871/warbu.v9i6.454113

Hasanah, R. (2019). Makna simbolik busana adat Minangkabau dalam struktur sosial masyarakat. Jurnal Antropologi Indonesia, 40(2), 145–158. https://doi.org/10.7454/ai.v40i2.1234

Herwandi. (2019). Industri Songket ( PerspektifSejarah ): Sejarah Teknik Songket di Indonesia. Sijnjunjungkota.Go.Id. https://sijnjunjungkota.go.id/berita/ketua-dekranasda-kota sijnjung-ny-lucy genius- batik-sampan-ciri-khas-songket-kota- sijunjung (Diakses Mei 16, 2023)

Juynboll, H. . (1912). Catalogus van ’s Rijks Etnographisch Museum Deel VII Bali en Lombok. E. J. Brill. Leiden.

Sari, L. (2020). Motif songket sebagai representasi nilai budaya Minangkabau. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 5(2), 119–131. https://doi.org/10.24832/jpnk.v25i3.1642

Semuel, H., Mangoting, Y., & Hatane, S. E. (2022). Makna Kualitas dan Kinerja Tenun Trasional Indonesia Kolaborasi Budaya Nasional dan Budaya Organisasi. Sietyfic, 12(3), 49–58. https://repository.petra.ac.id/19631/

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RND. Alfabeta.

Yulinar, R. (2018). Tradisi menenun dalam kehidupan masyarakat agraris Minangkabau. Jurnal Sejarah Dan Budaya, 12(2), 98–110. https://doi.org/10.17977/um020v12i22018p098

Downloads

Published

2026-01-17