Analisa Efisiensi Penggunaan Bromus Dan Oli Bekas Pada Proses Pengeboran Proyek Bendungan Tiga Dihaji PT Barata Indonesia (Persero) Divisi Sumber Daya Air

Authors

  • Anmeyrizal Teguh Suswoyo Program Studi Teknik Mesin, Universitas Pancasakti, Indonesia Author
  • Galuh Renggani Willis Program Studi Teknik Mesin, Universitas Pancasakti, Indonesia Author

Keywords:

Bromus coolant, used oil, drilling process.

Abstract


This study aims to analyze the efficiency of using bromus (additional coolant fluid) and used oil as lubricating media in the steel drilling process. The proper use of lubricating media is crucial to enhance the lifespan of cutting tools, reduce cutting forces, and produce high-quality holes. In this study, a comparison was made between three conditions: drilling without lubricant, with bromus, and with used oil. The parameters observed included drilling speed, drill bit wear rate, surface temperature, and drilling quality. The results showed that the use of bromus provided the highest efficiency in reducing temperature and tool wear, while used oil also demonstrated good performance at a lower cost. The efficiency of used oil reached 85% compared to bromus, making it a viable economic alternative in the steel drilling process, especially for medium to small-scale production. This study provides recommendations for selecting lubricating media based on technical and economic considerations to improve manufacturing process efficiency.


Keywords: Bromus coolant, used oil, drilling process.

 

Abstrak

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan bromus (cairan pendingin tambahan) dan oli bekas sebagai media pelumas pada proses pengeboran baja. Penggunaan media pelumas yang tepat sangat penting untuk meningkatkan umur alat potong, mengurangi gaya pemotongan, dan menghasilkan kualitas lubang yang baik. Dalam studi ini, dilakukan perbandingan antara tiga kondisi: pengeboran tanpa pelumas, dengan bonus, dan dengan oli bekas. Parameter yang diamati meliputi kecepatan pengeboran, tingkat keausan mata bor, suhu permukaan kerja, dan kualitas hasil pengeboran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bonus memberikan efisiensi tertinggi dalam mengurangi suhu dan keausan alat, namun oli bekas juga menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan biaya yang lebih rendah. Efisiensi penggunaan oli bekas mencapai 85% dibandingkan dengan bonus, menjadikannya alternatif ekonomis yang layak dalam proses pengeboran baja, terutama pada skala produksi menengah ke bawah. Penelitian ini memberikan rekomendasi pemilihan media pelumas berdasarkan pertimbangan teknis dan ekonomis untuk meningkatkan efisiensi proses manufaktur.

 

Kata Kunci: coolant bromus, oli bekas, proses pengeboran

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif, A. 2021. Pengaruh Penggunaan Oli Bekas Sebagai Bahan Bakar Terhadap SFC dan Efisiensi Termal Mesin Diesel. jurnal mekanova, 7(1).

Asyari. D., 2009, Proses Produksi II. Universitas Darma Persada. Jakarta. Gokler, M. I., & Erdogan, A. (2009). Introduction to Machining Science. Springer.

Arinal Hamni, Anjar Tri Gunadi, Gusri Akhyar Ibrahim, 2014. Aplikasi Cairan Pelumas Pada Pengeboran Pelat ASTM A1011 Menggunakan Mata Bor HSS

Khairun Nisah, M. Zihni Hilman 2024, Pemanfaatan Oli Bekas (Oil Waste) Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pada Industri,

Makmur. H, 2010.Analisa Pengaruh Kecepatan Potong Terhadap Umur Pahat HSS pada pembubutan Baja Amutit K 460. Jakarta

Taufiq, T., 1993, Proses Pemesinan. ITB. Bandung.

Downloads

Published

2026-01-21