Karakter Pribadi Mandiri Anak Kedua atau Anak Tengah

Authors

  • Syahru Ramadhan Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Aceh, Indonesia Author
  • Sri Nurhayati Selian Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Aceh, Indonesia Author

Keywords:

Sindrom Anak Tengah, Kemandirian, Dinamika Keluarga, Urutan Kelahiran, Pengabaian Emosional, Middle Child Syndrome, Independence, Family Dynamics, Birth Order, Emotional Neglect

Abstract

This study explores the experiences and independence of middle children through in-depth interviews with three adolescents aged 17-19 years. Findings reveal diverse impacts of middle child syndrome: Informant M reported feelings of neglect and emotional stress due to divided parental attention; Informant N felt valued and useful within the family dynamic; while Informant A experienced a mix of challenges and strengths, excelling as a family mediator. High levels of independence among participants stemmed from parental encouragement, life in a Islamic boarding school environment, and personal challenges that fostered resilience. Overall, middle child syndrome presents difficulties such as reduced attention but also cultivates toughness, adaptability, and interpersonal skills, highlighting its dual-edged nature in shaping adolescent development.

Keywords: Middle Child Syndrome, Independence, Family Dynamics, Birth Order, Emotional Neglect.

 

Abstrak

Penelitian ini mengkaji pengalaman dan kemandirian anak tengah melalui wawancara mendalam dengan tiga remaja berusia 17-19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan dampak beragam dari sindrom anak tengah: Informan M merasa diabaikan dan mengalami stres emosional akibat perhatian orang tua yang terbagi; Informan N merasa dihargai dan berguna dalam dinamika keluarga; sedangkan Informan A mengalami campuran tantangan dan kekuatan, dengan kemampuan unggul sebagai penengah keluarga. Tingkat kemandirian tinggi para partisipan dipengaruhi oleh dorongan orang tua, kehidupan di lingkungan pesantren, serta tantangan pribadi yang membentuk ketangguhan. Secara keseluruhan, sindrom anak tengah menimbulkan kesulitan seperti kurangnya perhatian, tetapi juga menghasilkan ketangguhan, fleksibilitas, dan keterampilan interpersonal, menegaskan sifat gandanya dalam membentuk perkembangan remaja.

Kata Kunci: Sindrom Anak Tengah, Kemandirian, Dinamika Keluarga, Urutan Kelahiran, Pengabaian Emosional

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adler, A. (2023). Understanding Human Nature. Routledge.Com. https://routledge.com/Understanding-Human-Nature

Alodokter. (2026). Sindrom anak tengah: Ciri, dampak, solusi. Alodokter.Com. https://www.alodokter.com/middle-child-syndrome-ini-yang-perlu-diketahui

Anita. (2026). Risiko psikologis anak tengah: Identitas dan harga diri. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/humaniora/862019/menilik-risiko-psikologis-anak-tengah

Baumrind, D. (2021). Authoritative Parental Control. Apa.Org. https://apa.org/pubs/journals/releases/fam

Denada. (2023). Kemandirian anak tengah urban. Jurnal Psikologi Indonesia, 28(1). https://jurnal.ugm.ac.id/psikologiperkembangan

Halodoc. (2025). Middle child syndrome: Kenali dan atasi. Halodoc.Com. https://www.halodoc.com/artikel/middle-child-syndrome-kenali-ciri-dan-solusinya

Hasan Assidiqi, A., Sadiyah, D., & Salama. (2023). Konsep Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Qs Luqman Ayat 12-15 Dan Implementasinya Di Taman Kanak-Kanak. SNKP Ummuba, 1, 62–66. https://ejournal.ummuba.ac.id/index.php/SNKP/article/view/1301

Kusuma, A. C. G. (2020). Fakta psikologi anak tengah. Satupersen.Net. https://satupersen.net/blog/anak-tengah-dan-beberapa-fakta-seputarnya

Lestari, Lia, M., & Indah. (2023). Pola asuh dan perkembangan emosional anak. Keperawatan, 2(1), 78–93. https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1505

Lexy J Moleong. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mohammad, M. (2018). Memahami Teori-Teori Etika: Cakrawala Dan Pandangan. Jurnal Uiversitas Negeri Jakarta, 3(2), 193–215.

Rasyid, R., Marjuni, M., Achruh, A., Rasyid, M. R., & Wahyuddin, W. (2020). Implikasi lingkungan pendidikan terhadap perkembangan anak perspektif pendidikan Islam. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 7(2), 111–123.

Rohayati, E. (2018). Metode Pengembangan Keterampilan Bercerita Yang Berkarakter Untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1). https://doi.org/10.17509/cd.v3i1.10320

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2021). Self-Determination Theory (p. 31). https://guilford.com/books/Self-Determination-Theory

Saputra, A. R., Angraini, D. I., & Soleha, T. U. (2023). Hubungan Faktor Keluarga Terhadap Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun Di Desa Padang Manis Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus. Journal of Medula, 4(2), 334–339. https://journalofmedula.com/index.php/medula/article/download/279/253

Shahzad, S. (2019). Middle Child Syndrome: An Overview of Perceptions Regarding this Concept and its Implications in Developing Countries. EC Psychology and Psychiatry, 8(1), 1103–1104.

Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.

UMS Eprints. (2023). Kemandirian anak tengah dari latar budaya berbeda. UMS. https://eprints.ums.ac.id/36463/20/02. Naskah Publikasi.pdf

Downloads

Published

2026-04-14