Analisis Variabilitas Curah Hujan Dan Pengaruhnya Terhadap Masa Tanam Kentang Di Kabupaten Kerinci
Keywords:
Rainfall Variability, Planting Season, Potatoes, Regression, Kerinci Regency.Abstract
Rainfall variability is a critical factor influencing the success of agricultural activities, particularly in determining the potato planting season in highland areas such as Kerinci Regency. Although this region has high and relatively stable rainfall, changes in rainfall patterns over time can potentially create uncertainty in determining the optimal planting season. This study aims to analyze rainfall variability and its impact on the potato planting season in Kerinci Regency for the 2015–2024 period. The method used is descriptive quantitative research with a statistical analysis approach. The data used are daily rainfall data from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG), processed into monthly data, and potato planting season data from the Statistics Indonesia (BPS). The analysis was conducted using descriptive statistical calculations including the mean, standard deviation, and coefficient of variation (CV), as well as Pearson correlation analysis and simple linear regression. The results show that rainfall variability in Kerinci Regency is relatively low, with CV values <20% in most months, indicating a relatively stable rainfall pattern. February, June, and July are recommended as the initial planting season due to their greater rainfall stability. Meanwhile, the correlation analysis results showed a positive relationship between rainfall and planting season, with a coefficient value of 0.346, but it was not statistically significant (p>0.05). This suggests that besides rainfall, other factors influence the potato planting season in the study area.
Keywords: Rainfall Variability, Planting Season, Potatoes, Regression, Kerinci Regency.
Abstrak
Variabilitas curah hujan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan kegiatan pertanian, khususnya dalam penentuan masa tanam tanaman kentang di wilayah dataran tinggi seperti Kabupaten Kerinci. Meskipun wilayah ini memiliki curah hujan yang tinggi dan relatif stabil, perubahan pola hujan antar waktu berpotensi menimbulkan ketidakpastian dalam menentukan waktu tanam yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas curah hujan serta pengaruhnya terhadap masa tanam kentang di Kabupaten Kerinci periode 2015–2024. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis statistik. Data yang digunakan berupa data curah hujan harian dari BMKG yang diolah menjadi data bulanan serta data masa tanam kentang dari BPS. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan statistik deskriptif meliputi rata-rata, simpangan baku, dan koefisien variasi (CV), serta analisis korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabilitas curah hujan di Kabupaten Kerinci tergolong rendah dengan nilai CV <20% pada sebagian besar bulan, yang menandakan pola curah hujan relatif stabil. Bulan Februari, Juni, dan Juli direkomendasikan sebagai awal masa tanam karena memiliki tingkat kestabilan curah hujan yang lebih baik. Sementara itu, hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan positif antara curah hujan dan masa tanam dengan nilai koefisien sebesar 0,346, namun tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa selain curah hujan, terdapat faktor lain yang turut memengaruhi penentuan masa tanam kentang di wilayah penelitian.
Kata Kunci: Variabilitas Curah Hujan, Masa Tanam, Kentang, Regresi, Kabupaten Kerinci.
Downloads
References
Adawiyah, R., Putri, A., & Syafri, M. (2022). Dampak curah hujan terhadap produksi hortikultura di dataran tinggi. Jurnal Agroklimatologi, 20(2), 115–127. https://doi.org/10.71928/Agrop.387812
Aldrian, E., Karmini, M., & Budiman. (2016). Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia. BMKG.
Ariska, N., Maulida, S., & Rahman, A. (2024). Variabilitas curah hujan dan strategi adaptasi petani di wilayah tropis. Jurnal Klimatologi Indonesia, 12(1), 33–45. https://doi.org/10.27107/Kti.v12i1.90212
Asdak, C. (2018). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Gadjah Mada University Press.
BMKG. (2018). Meteorologi dan klimatologi. BMKG.
BMKG. (2023). Laporan iklim tahunan Provinsi Jambi. BMKG. https://iklim.bmkg.go.id/bmkgadmin/storage/buletin/BMKG Climate Outlook 2023.pdf
BPS. (2019). Statistik hortikultura Kabupaten Kerinci 2019. BPS Kabupaten Kerinci.
Fahrurozi, M. (2017). Dampak hujan ekstrem terhadap produksi kentang di Kerinci. Buletin Pertanian, 8(1), 20–30.
Gusmira, A., Yulianingsih, R., & Ardi, S. (2018). Karakteristik hujan ekuatorial di Kerinci. Jurnal Sains Atmosfer, 10(2), 55–64. https://doi.org/10.92107/Saa.v92.212218
Hidayat, R., Kurniawan, R., & Andoko, A. (2019). Dinamika hujan orografis di wilayah pegunungan Sumatra. Jurnal Geofisika Indonesia, 12(1), 77–86. https://doi.org/10.9117/GIv1.23267
Murty, P. S., & Nandargi, S. (2018). Rainfall variability and agricultural impacts in tropical mountains. International Journal of Climatology, 38(10), 4020–4034.
Nainggolan, M. R., Nainggolan, S., & Yulismi, Y. (2025). Analisis Fungsi Keuntungan Usahatani Kentang di Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 2520–12532. https://jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/3775
Obidiegwu, J. E., Bryan, G. J., Jones, H. G., & Prashar, A. (2015). Coping with drought and water scarcity in potato. Agricultural Water Management, 16(1), 1–15.
Prasetyo, Y., Hidayat, R., & Sopaheluwakan, A. (2019). Analisis variabilitas curah hujan untuk mendukung penentuan masa tanam di Indonesia. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 20(2), 101–110.
Rahmayani, Y., Fitria, L., & Mulyani, R. (2022). Anomali hujan dan risiko gagal panen hortikultura. Jurnal Pertanian Tropika, 8(2), 144–153. https://doi.org/10.83107/Trp.v11.7291
Soba, K., Hamakonda, U. A., & Taus, I. (2022). Analisis curah hujan untuk menentukan masa tanam tanaman. Jurnal Ilmiah Pertanian, 4(1), 67–75.
Supari, Tangang, F., Juneng, L., & Aldrian, E. (2017). Observed changes in extreme temperature and precipitation over Indonesia. International Journal of Climatology, 37(4), 1979–1997.
Sutopo, D. (2022). Dinamika monsun Asia–Australia dan implikasinya terhadap hujan tropis. Jurnal Meteorologi Tropis, 15(1), 11–21. https://doi.org/10.30599/031tp9543
Sutrisno, S., & Sugiarto, S. (2017). Analisis pengaruh curah hujan terhadap produksi tanaman hortikultura. Jurnal Agrometeorologi Indonesia, 6(2), 56–81. https://doi.org/10.51638/proaiq.v4i0a.3911
Wara, S. S. M., Adziima, A. F., Nasrudin, M., & Pratama, A. R. (2015). Evaluasi kinerja uji normalitas pada ragam distribusi dan ukuran sampel. Jurnal Diferensial, 17(2), 172–183.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 41 Kali , Download: 31 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agil Fauziyah, Harman Amir, Letmi Dwiridal, Syafri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

