Ketentuan Masa Iddah bagi Perempuan Cerai Mati: Studi Hadis Nabi Muhammad ﷺ dan Kompilasi Hukum Islam (KHI)

Authors

  • Rahma Program Studi Hukum Keluarga Islam, STAI Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/bn15ak50

Keywords:

Masa iddah, cerai mati, studi hadist

Abstract

Masa iddah bagi perempuan yang suaminya meninggal dunia tidak hanya berfungsi sebagai masa tunggu biologis, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan terhadap prinsip hukum Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketentuan masa iddah cerai mati berdasarkan hadis Nabi Muhammad ﷺ serta formulasi hukumnya dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif melalui studi kepustakaan yang berfokus pada hadis riwayat Ummu Habibah dan ketentuan terkait dalam KHI. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinkronisasi normatif antara ajaran hadis nabi dan KHI, di mana ketentuan klasik empat bulan sepuluh hari dikonversi secara administratif menjadi 130 hari guna memberikan kepastian hukum dalam praktik peradilan agama. Perbedaan utama terletak pada fleksibilitas interpretasi dalam hadis dibandingkan ketegasan angka dalam KHI. Transformasi tersebut mencerminkan proses kodifikasi hukum Islam dalam sistem hukum nasional Indonesia tanpa menghilangkan substansi teologisnya serta memperkuat perlindungan hukum bagi perempuan setelah wafatnya suami.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfiyatul Rizqiyah, A. R. (2022). Pelanggaran Terhadap Pelaksanaan Masa ‘Iddah Ditinjau Dari Perspektif Hukum Keluarga Islam (Studi Kasus Di Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes). Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum Dan Studi Islam, 1–17. https://doi.org/10.56593/khuluqiyya.v4i1.76

Arzam, A., Ridha Ds, M., Natardi, N., & Witro, D. (2021). Iddah of A Pregnant Woman Following The Death of Her Husband: A Study of Ta’arudh Al-Adillah. Al-Daulah Jurnal Hukum Dan Perundangan Islam, 11(1), 23–46. https://doi.org/10.15642/ad.2021.11.1.23-46

Bariah, O., & Ferianto, F. (2024). Legal Implications of Marriage During the ’Iddah Period: Analytical Study of the Opinions of Fiqh Scholars. International Journal Ihya’ ’Ulum al-Din, 26(1), 10–22. https://doi.org/10.21580/ihya.26.1.20519

Distiliana, D. (2024). IDDAH PEREMPUAN HAMIL KARENA ZINA ( Studi Kasus Pasal 53 Kompilasi Hukum Islam). Solusi, 22(2), 175–183. https://doi.org/10.36546/solusi.v22i2.1136

Endika Permana Putra, Putri Adhalia Mariza, Al-’Aina, N., & Anwar Hafidzi. (2024). Konsep Hukum Muasyarah Pada Masyarakat Modern Menurut Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Dan Syekh Nawawi Al-Bantani. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 2(2), 1096–1104. https://doi.org/10.62976/ijijel.v2i2.625

Hasanah, U., & Harahap, A. A. (2024). Tinjauan Aksiologi Terhadap Pensyariatan Iddah Perspektif Psikologi Hukum Keluarga. Jurnal EL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Pranata Sosial, 10(2), 184–198. https://doi.org/10.24952/el-qanuniy.v10i2.13051

Hermanto, A., & Yuhani’ah, R. (2024). Psikologi Keluarga dan Pernikahan. PT. Literasi Nusantara Abadi Grup.

Husna, F. K., & Bachri, S. (2023a). Pemahaman Istri Cerai Mati Dalam Penerapan Ihdad Perspektif ’Urf. Sakina: Journal of Family Studies, 7(2), 287–299. https://doi.org/10.18860/jfs.v7i2.3627

Husna, F. K., & Bachri, S. (2023b). Pemahaman Istri Cerai Mati Dalam Penerapan Ihdad Perspektif ’Urf. Sakina: Journal of Family Studies, 7(2), 287–299. https://doi.org/10.18860/jfs.v7i2.3627

Kusmardani, A., Syafe’i, A., Saifulah, U., & Syarif, N. (2022). Faktor-faktor Penyebab Perceraian Dalam Perspektif Hukum Keluarga Antar Madzhab Islam Dan Realita Sosial. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 3(3), 176. https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v3i3.168

Qadariyah, L., & Hasan, N. (2025). PHILOSOPHICAL AND SPIRITUAL MEANING OF THE IDDAH PERIOD IN ISLAM: Its Influence on the Formation of the Character of Muslim Women. SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 8(3), 532–556. https://doi.org/10.20414/sangkep.v8i3.14880

Razali, M., Hadigunawan, N., & Jamil, A. N. (2020). Analysis of Islamic Legal Rulings Relating to Women Activities During Waiting Period (Iddah) of Revocable Divorce (Talaq Raj’ie) According to Muslim Jurists. Jurnal Islam Dan Masyarakat Kontemporari, 21(1), 276–286. https://doi.org/10.37231/jimk.2020.21.1.478

Yasin, D. (2023). Pemahaman Masa Iddah Setelah Perceraian Pada Masyarakat Muslim Indonesia. Qonuni: Jurnal Hukum dan Pengkajian Islam, 3(2), 87–98. https://doi.org/10.59833/qonuni.v3i2.1660

Downloads

Published

2026-05-05