Pemberian Intervensi Rendam Kaki Air Hangat dengan Jahe Merah sebagai Terapi Nonfarmakologi dalam Asuhan Keperawatan Hipertensi pada Ny. U (Keluarga Tn. F) dengan Diagnosa Keperawatan Nyeri Akut di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan, Kabupaten Pulang Pisau

Authors

  • ID Leny Eviriana Program Studi Profesi Ners, Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia Indonesia Author
  • ID Paul Joae Brett Nito Program Studi Profesi Ners, Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia Indonesia Author
  • ID Cynthia Eka Fayuning Tjomiadi Program Studi Profesi Ners, Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/q9v66469

Keywords:

hipertensi, nyeri akut, rendam kaki air hangat, jahe merah, terapi nonfarmakologi, hypertension, acute pain, warm water foot soak, red ginger, non-pharmacological therapy

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering menimbulkan keluhan seperti nyeri kepala, pusing, dan rasa tidak nyaman. Nyeri akut pada pasien hipertensi dapat mengganggu aktivitas serta menurunkan kualitas hidup sehingga memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif. Selain terapi farmakologi, intervensi nonfarmakologi diperlukan sebagai terapi pendamping yang aman dan mudah diterapkan. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan adalah rendam kaki air hangat dengan jahe merah yang memiliki efek vasodilatasi, relaksasi, dan analgesik. Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan intervensi rendam kaki air hangat dengan jahe merah dalam menurunkan nyeri akut pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus adalah Ny. U (keluarga Tn. F) dengan hipertensi dan diagnosis keperawatan nyeri akut di wilayah kerja Puskesmas Bawan, Kabupaten Pulang Pisau. Intervensi rendam kaki air hangat dengan jahe merah dilakukan selama 15–20 menit, satu kali sehari, selama tiga hari berturut-turut. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari NRS 7 sebelum intervensi menjadi NRS 3 setelah tiga hari pelaksanaan intervensi. Selain itu, pasien tampak lebih rileks, nyaman, serta mengalami penurunan ansietas.Kesimpulan: Intervensi rendam kaki air hangat dengan jahe merah efektif dalam menurunkan nyeri akut dan meningkatkan kenyamanan pada pasien hipertensi. Terapi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan, khususnya di pelayanan kesehatan primer.

 

Kata kunci: hipertensi, nyeri akut, rendam kaki air hangat, jahe merah, terapi nonfarmakologi.

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease that often causes symptoms such as headache, dizziness, and discomfort. Acute pain in hypertensive patients can interfere with daily activities and reduce quality of life, thus requiring comprehensive management. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological interventions are needed as safe and easily applicable complementary therapies. One such intervention is warm water foot soaking with red ginger, which has vasodilatory, relaxation, and analgesic effects. Objective: To describe the implementation of warm water foot soaking with red ginger in reducing acute pain in patients with hypertension. Methods: This study used a case study method with a nursing process approach, including assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The subject was Mrs. U (family of Mr. F) with hypertension and a nursing diagnosis of acute pain in the working area of Bawan Public Health Center, Pulang Pisau Regency. The intervention was carried out for 15–20 minutes once daily for three consecutive days.Results: The results showed a decrease in pain scale from NRS 7 before the intervention to NRS 3 after three days. The patient also appeared more relaxed, comfortable, and experienced reduced anxiety.Conclusion: Warm water foot soaking with red ginger is effective in reducing acute pain and improving comfort in hypertensive patients and can be used as a complementary therapy in nursing practice.

Keywords: hypertension, acute pain, warm water foot soak, red ginger, non-pharmacological therapy

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Heart Association. (2022). Guideline for the prevention, detection, evaluation, and management of high blood pressure in adults. AHA. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000001023

Apriyani, A., dkk. (2025). Implementasi rendam kaki air hangat dan jahe merah terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. UPTD Puskesmas Iringmulyo, Kota Metro.

Bakris, G. L., & Sorrentino, M. J. (2021). Hypertension: A companion to Braunwald's heart disease (3rd ed.). Elsevier.

Brunner, L. S., & Suddarth, D. S. (2021). Textbook of medical-surgical nursing (14th ed.). Wolters Kluwer.

Chobanian, A. V. (2020). The hypertension paradox: More uncontrolled disease despite improved therapy. The New England Journal of Medicine, 383(23), 2156–2158. https://doi.org/10.1056/NEJMp2028278

Dewi, P. S. A., dkk. (2025). Pengaruh rendam kaki air hangat dan jahe merah pada keluarga dengan hipertensi.

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2021). Textbook of medical physiology (14th ed.). Elsevier.

Hajjar, I., Kotchen, T. A., & Kotchen, J. M. (2021). Hypertension: Trends in prevalence, incidence, and control. Annual Review of Public Health, 42, 1–17. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-012420-105308

Handayani, S., & Nurhidayah, I. (2023). Efektivitas rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap tekanan darah pasien hipertensi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 26(1), 45–53. https://doi.org/10.7454/jki.v26i1.1543

Jensen, M. P., Karoly, P., & Braver, S. (2020). The measurement of clinical pain intensity: A comparison of six methods. Pain, 27(1), 117–126. https://doi.org/10.1016/0304-3959(86)90228-9

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Kemenkes RI.

Kurniawan, A., & Rahmawati, D. (2022). Manfaat jahe merah sebagai terapi komplementer terhadap nyeri. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 5(2), 101–108. https://doi.org/10.20473/jfk.v5i2.2022.101-108

Mancia, G., Kreutz, R., Brunström, M., Burnier, M., Grassi, G., & Januszewicz, A. (2023). 2023 ESH guidelines for the management of arterial hypertension. Journal of Hypertension, 41(6), 873–980. https://doi.org/10.1097/HJH.0000000000003498

NANDA International. (2021). NANDA International nursing diagnoses: Definitions and classification 2021–2023. Thieme.

Nursalam. (2021). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (5th ed.). Salemba Medika.

PERKI. (2021). Pedoman tatalaksana hipertensi pada penyakit kardiovaskular. PERKI.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). Fundamentals of nursing (10th ed.). Elsevier.

Rahim, R., & Yusuf, A. (2021). Manajemen nyeri akut dalam praktik keperawatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(3), 189–197. https://doi.org/10.7454/jki.v24i3.1287

Ridwan, M., & Herlina. (2020). Pemanfaatan jahe sebagai terapi herbal dalam praktik keperawatan. Jurnal Keperawatan Holistik, 7(1), 33–40. https://doi.org/10.32584/jkh.v7i1.612

Sari, S. M., & Aisah, S. (2022). Terapi rendam kaki air hangat pada penderita hipertensi.

Sari, S. M., & Wulandari, S. (2021). Terapi rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah dan nyeri pada pasien hipertensi. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 4(2), 55–62. https://doi.org/10.32583/jkmb.v4i2.1523

Downloads

Published

2026-06-27