Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Balita Usia 36-59 Bulan Di Bimba Star Kids Jakarta Timur Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.66914/fda67q42Keywords:
perkembangan, BBLR, status gizi, pengetahuan, KPSP., development, nutritional status, knowledge, KPSP.Abstract
Background: Delayed toddler growth and development remains a critical public health challenge in Indonesia, with a prevalence rate of approximately 30% in 2022. Risk factors such as history of Low Birth Weight (LBW), nutritional status, and maternal knowledge are suspected to play significant roles. Objective: This study aims to examine the relationship between BBLR history, nutritional status, and maternal knowledge level with the development of children aged 36-59 months. Methods: This quantitative research employed a cross-sectional design involving 80 respondents selected through total sampling at Bimba Star Kids in East Jakarta in 2025. Data were collected using questionnaires and KPSP instruments, then analyzed using Chi-Square test. Results: There was a significant association between LBW history and child development (p=0.008), but no significant correlation was found for nutritional status (p=0.551) or maternal knowledge (p=0.887). Conclusion: BBLR history is a critical risk factor for developmental delays, emphasizing the need for early screening and specific interventions to mitigate its impacts.
Keywords: development, nutritional status, knowledge, KPSP.
Abstrak
Latar Belakang: Masalah keterlambatan tumbuh kembang balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan angka kejadian sekitar 30% pada tahun 2022. Faktor risiko seperti riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), status gizi, dan pemahaman ibu diduga berperan penting. Tujuan: Studi ini bertujuan mengkaji hubungan antara riwayat BBLR, status gizi, serta tingkat pengetahuan ibu terhadap perkembangan anak usia 36–59 bulan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 80 responden yang dipilih melalui total sampling di Bimba Star Kids Jakarta Timur tahun 2025. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan instrumen KPSP, dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara riwayat BBLR dan perkembangan anak (p value = 0,008), tetapi tidak ditemukan korelasi bermakna pada status gizi (p value = 0,551) maupun pengetahuan ibu (p value = 0,887). Kesimpulan: Riwayat BBLR merupakan faktor risiko kritis bagi keterlambatan perkembangan, sehingga diperlukan skrining dini dan intervensi spesifik untuk mitigasi dampaknya.
Kata kunci: perkembangan, BBLR, status gizi, pengetahuan, KPSP.
Downloads
References
Avisha, A., Rofikah, U., & Rahmawati, I. (2023). Capaian Pelaksanaan SDIDTK di Indonesia Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(2), 115–123.
Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. (2021). Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta 2021. Jakarta: BPS DKI Jakarta.
Firayanti, A., Wijayanti, D. Y., & Sulastri, E. (2024). Status Gizi dan Pendidikan Ibu sebagai Faktor Risiko Keterlambatan Perkembangan Motorik Balita. Jurnal Gizi dan Tumbuh Kembang Indonesia, 7(1), 12–19.
Garnika, A. M., & Rohiyatun, M. (2023). Prevalensi Keterlambatan Bicara pada Anak Usia Dini di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 45–52.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
IDAI. (2020). Tumbuh Kembang Anak dan Masalahnya. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.
IDAI. (2023). Data dan Fakta Perkembangan Anak Indonesia. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Ifalahma, M. A., & Retno, S. (2023). Pentingnya Stimulasi Dini untuk Perkembangan Balita. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Anak, 5(1), 21–28.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kemenkes RI.
Lisnaini, R., & Budhyanti, E. (2023). Gambaran Perkembangan Balita di Jakarta Timur. Jurnal Kesehatan Anak Indonesia, 10(1), 33–39.
Mediani, H. S., Sari, L. M., & Nurdin, S. (2024). Pekerjaan Ibu dan Risiko Stunting pada Balita. Jurnal Gizi Indonesia, 9(2), 76–83.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurhidayah, A., Lestari, D., & Rahayu, I. (2020). Pengaruh Usia Ibu terhadap Kejadian Persalinan Preterm. Jurnal Bidan, 14(2), 87–93.
Nurlan, D., Fauziah, F., & Wulandari, S. (2022). Hubungan BBLR dengan Keterlambatan Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 6(1), 19–25.
Rahmah, I. (2019). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Dini dengan Perkembangan Anak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Anak, 4(1), 35–40.
Rahmawati, D., Nuraini, N., & Setiawan, B. (2023). Hubungan Status Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 7(1), 40–47.
Soetjiningsih. (2013). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syawalina, W. (2021). Pengaruh Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi terhadap Perkembangan Anak Usia 3–5 Tahun. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 33–41.
UNICEF. (2020). Early Childhood Development: The Foundation for a Better Future. New York: UNICEF.
UNICEF. (2023). Global Report on Early Child Development. New York: UNICEF.
WHO. (2020). Low Birth Weight – Global Database on Child Growth and Malnutrition. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2021). Improving Early Childhood Development: WHO Guidelines. Geneva: World Health Organization.
Yulia, A., Setyaningsih, R., & Dewi, R. N. (2021). Stimulasi dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 12(2), 65–72.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 8 Kali , Download: 2 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Samsiyah, Revinel, Meli Deviana (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Samsiyah

