Analisis Faktor-Faktor Yang Mendorong Remaja Memilih Gaya Hidup Punk Sebagai Upaya Pencarian Jati Diri Di Jalan Medan-Sampali

Authors

  • ID Sani Susanti Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Unversitas Negeri Medan, Indonesia Indonesia Author
  • ID Sabila Alvina Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan, Indonesia Indonesia Author
  • ID Cika Mufhida Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan, Indonesia Indonesia Author
  • ID Putri Dia Sakina Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan, Indonesia Indonesia Author
  • ID Sabrina Maharani Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan, Indonesia Indonesia Author

Keywords:

punk youth, subculture, street adolescents, identity, social solidarity

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing adolescents to join the punk subculture as a form of self-expression, their survival strategies, and the perceptions of the local community toward street punk youth in Medan. A qualitative descriptive approach was employed, with eight main subjects aged 17–25 years who reside on Jalan Medan–Sampali and approximately 300 local community members. Data were collected through in-depth interviews, observations, and field documentation, then analyzed thematically and verified through triangulation. The findings indicate that adolescents join the punk community to seek identity, freedom of expression, and social solidarity. Street punk youth demonstrate survival strategies through mobility, informal economic activities, and the application of the DIY (“do it yourself”) principle. Community perceptions are mixed; some appreciate their creativity and solidarity, while others are concerned about potential disruptions to public order. These results provide insights into the social dynamics of street punk subcultures and the interaction between adolescents and the local community.

Keywords: punk youth, subculture, street adolescents, identity, social solidarity

  Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi remaja memilih subkultur punk sebagai wadah ekspresi diri, strategi bertahan hidup mereka, dan persepsi masyarakat sekitar terhadap keberadaan anak punk jalanan di Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek utama delapan anak punk berusia 17–25 tahun yang menetap di Jalan Medan–Sampali, serta masyarakat sekitar yang jumlahnya sekitar 300 jiwa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi lapangan, kemudian dianalisis secara tematik dan diverifikasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja bergabung dengan komunitas punk karena mencari identitas, kebebasan berekspresi, dan solidaritas sosial. Anak punk menunjukkan strategi bertahan hidup melalui mobilitas, kegiatan ekonomi informal, serta penerapan prinsip DIY (“do it yourself”). Persepsi masyarakat beragam; sebagian menghargai kreativitas dan solidaritas mereka, sementara sebagian lain mengkhawatirkan potensi gangguan ketertiban. Temuan ini memberikan wawasan tentang dinamika sosial subkultur punk jalanan serta interaksi antara remaja dan masyarakat lokal.

Kata kunci: anak punk, subkultur, remaja jalanan, identitas, solidaritas social

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustiani, N., Lestari, D., & Maujana, H. (2023). Respon anak punk terhadap stigma sosial masyarakat melalui komunitas tasawuf underground. Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 7(2), 34–46.

Ananda, R. (2021). Keterlibatan remaja dalam komunitas subkultur: Studi kasus komunitas punk. Jurnal Psikologi Sosial, 12(3), 45–58.

Ariyanti, A. S. (2018). Interaksi sosial anggota komunitas punk. PSIKOSAINS, 9(2), 113– 124.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Statistik kependudukan Indonesia: Data remaja 2023. Erikson, E. H. (2000). Identity and the life cycle. New York: W. W. Norton & Company.

Fathmawati, Y. D., & Adi, I. R. (2023). American influence on youth culture: Representation analysis on punk subculture in Indonesia. Rubikon: Journal of Transnational American Studies, 10(1), 15–28.

Firmansyah, M. H., & Cikka, H. (2024). Motif dakwah punk hijrah perspektif fenomenologi

Alfred Schutz. Al‑Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi, 20(2), 128–141.

Fitria, Y. M., & Putra, E. V. (2021). Potret sosial komunitas anak punk di Kota Perawang, Provinsi Riau. Jurnal Perspektif: Kajian Sosiologi dan Pendidikan, 4(1), 12–27.

Hakim, M. (2017). Konflik keluarga dan pengaruh sosial terhadap pemilihan kelompok remaja. Jurnal Psikologi Integratif, 5(2), 110–123.

Israpil, M. (2022). Punk Makassar: Subkultur yang kreatif. Al‑Qalam, 20(3), 344–356.

Jakarta: BPS.

Karisma, E. F., & Noorrizki, R. D. (2022). Agresivitas anak punk ditinjau dari lingkungannya.

Jurnal Flourishing, 2(5), 361–367.

Khasanah, S., Zumruda, A., & Najib, A. (2020). Peran orang tua dalam self‑control remaja punk: Studi kasus komunitas punk di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam, 18(2).

Setyanto, D. W. (2020). Makna dan ideologi punk. Andharupa: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 5(1), 34–48.

Siregar, L. (2020). Persepsi masyarakat terhadap anak punk jalanan di Kota Medan. Jurnal Antropologi Kota, 3(2), 88–102.

Sukma, H. A. R. (2023). Fashion sebagai kritik sosial (analisis semiotika pada komunitas punk Surabaya). Sintesa, 1(2), 8–21.

UIN Raden Fatah, M. I., Murdiati, E., & Muslimin, M. (2024). Aktualisasi diri komunitas punk di Kota Palembang dalam perspektif komunikasi artifaktual. Jurnal Ilmu Komunikasi & Sosial Politik, 1(3), 860–874.

Downloads

Published

2025-12-06