Prilaku Konsumen Digital Dalam Memilih Pembayaran Belanja Online Pakai PAYLATER
Keywords:
digital consumer behavior, PayLater, literature study, payment decisionAbstract
With the rapid development of online lending in the era of digitalization, PayLater platforms have emerged as financial products that are closely connected to consumers. Carrying the service motto “buy now, pay later,” PayLater allows consumers to conduct transactions (purchasing goods or services) without making immediate payments, with settlement carried out later—either in the following month or through installments—based on agreed tenors and interest rates. This mechanism differs from conventional online loans, which directly disburse cash to users’ bank accounts.
PayLater services are generally integrated into e-commerce applications (such as Shopee PayLater and Akulaku) or travel platforms (such as Traveloka PayLater), and are now also offered by banks (including BCA PayLater and Livin’ PayLater). These services provide varying limits, interest rates, and tenors, and are regulated by the Financial Services Authority (OJK) to ensure consumer protection and transaction security. Through PayLater, shopping transactions are considered safer from misuse or fraud by merchants or producers, as payments will be refunded to the consumer’s PayLater balance if purchased goods are not delivered. PayLater users are predominantly from the Millennial and Generation Z cohorts.
Keywords: digital consumer behavior, PayLater, literature study, payment decision
Abstrak
Dengan adanya perkembangan pinjaman Online di era digitalisasi platform Paylater hadir menawarkan prodak yang sangat dekat dengan konsumen dengan moto layanan "beli sekarang, bayar nanti" yang memungkinkan konsumen bertransaksi (beli barang/jasa) tanpa bayar langsung, lalu melunasinya kemudian (bayar bulan depan atau cicil) dengan tenor dan bunga tertentu, berbeda dengan pinjaman online (pinjol) biasa yang memberikan uang tunai langsung ke rekening. Paylater biasanya terintegrasi di aplikasi e-commerce (Shopee PayLater, Akulaku) atau travel (Traveloka PayLater) dan kini juga ada dari bank (BCA PayLater, Livin' PayLater), dengan limit, bunga, dan tenor bervariasi, serta diatur OJK untuk memastikan keamanan. Dengan Paylater belanja di jamin aman dari penyalahgunaan/penyelewengan dari toko/Produsen, apa bila barang yang dibeli tidak di kirim uang akan kembali masuk ke saldo Payleter konsumen yang memakai. Pengguna Payleter didominasi oleh generasi Melenial dan gen Z
Kata kunci : prilaku konsumen digital, Payleter, study literatur dan keputusan penbayaran
Downloads
References
Adhitya, W. R. (2021). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian online mahasiswa di Kota Medan pada aplikasi Shopee. Accumulated Journal, 3(2).
Ahnaf, M. F., & Lestari, W. D. (2024). Pengaruh harga, kualitas produk, dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian pada marketplace Shopee. Jurnal Lentera Bisnis, 13(1), 45–58.
Almursyid, M. Z., Aprianti, D. I., & Gonadi, J. E. (2025). Pengaruh gaya hidup digital, sponsorship, dan intensitas iklan terhadap pembelian online Generasi Z pada marketplace Shopee. Jurnal Samalewa, 4(1), 22–35.
Amir, N. H., et al. (2023). Perilaku konsumen dalam era e-commerce. CV Intelektual Manifes Media.
Aswar, N. F. (2025). Perilaku konsumen. Tahta Media.
Baskoro, S. E., & Hasjifah, F. (2025). Pengaruh influencer media sosial dan program diskon terhadap keputusan pembelian hijab pada Generasi Z pengguna Shopee. Jurnal Manajemen Pemasaran, 9(2), 101–112.
Dhani, N. R., Kusmayati, N. K., & Kurniawati, Y. (2025). Pengaruh strategi pemasaran digital dan metode pembayaran melalui Sea Bank terhadap perilaku konsumen di Shopee. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 4(2).
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 166 Kali , Download: 119 Kali -
TURNITIN
Abstract Dilihat : 166 Kali , Download: 23 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Marlis Chafri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

