Etika Hidup Bersama: Sintesis Nilai-nilai Huma Betang dalm Perspektif Teologi Konstektual
DOI:
https://doi.org/10.66914/fqrn9q33Keywords:
Huma Betang, contextual theology, Christian love, Dayak community., Huma Betang, teologi kontekstual, kasih Kristen, masyarakat Dayak.Abstract
Makalah ini membahas sintesis antara nilai-nilai budaya Huma Betang masyarakat Dayak Kalimantan Tengah dengan ajaran kasih dalam teologi Kristen. Huma Betang merupakan simbol kehidupan bersama yang mengandung nilai kesetaraan, kebersamaan, toleransi, kejujuran, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman masyarakat Dayak dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. Dalam kajian teologi kontekstual, model sintesis digunakan untuk menghubungkan pengalaman budaya lokal dengan ajaran iman Kristen sehingga budaya tidak dipandang bertentangan dengan iman, melainkan sebagai sarana penghayatan iman yang kontekstual. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Huma Betang memiliki hubungan erat dengan ajaran kasih Kristen, seperti kasih yang inklusif, pelayanan, persaudaraan, dan damai sejahtera. Penerapan sintesis kedua nilai tersebut tampak dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah melalui sikap toleransi antaragama, musyawarah, gotong royong, pelayanan sosial gereja, serta dialog antarumat beragama. Dengan demikian, integrasi nilai Huma Betang dan teologi Kristen mampu memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang damai, adil, harmonis, dan penuh kasih di tengah masyarakat plural.
Kata Kunci: Huma Betang, teologi kontekstual, kasih Kristen, masyarakat Dayak.
Abstrack
This paper discusses the synthesis between the cultural values of Huma Betang of the Dayak community in Central Kalimantan and the teachings of love in Christian theology. Huma Betang is a symbol of communal life that embodies the values of equality, togetherness, tolerance, honesty, and mutual cooperation. These values serve as guidelines for the Dayak people in building a harmonious life amidst religious, ethnic, and cultural diversity. In the study of contextual theology, the synthesis model is used to connect local cultural experiences with Christian teachings so that culture is not viewed as contradictory to faith, but rather as a medium for contextualizing faith. This study shows that the values of Huma Betang are closely related to Christian teachings of love, such as inclusive love, service, brotherhood, and peace. The application of the synthesis of these values can be seen in the daily lives of the people of Central Kalimantan through interreligious tolerance, deliberation, mutual cooperation, church social services, and interfaith dialogue. Therefore, the integration of Huma Betang values and Christian theology is able to strengthen Dayak cultural identity while fostering a peaceful, just, harmonious, and loving society within a pluralistic community.
Keywords: Huma Betang, contextual theology, Christian love, Dayak community.
Downloads
References
Apandie, Chris, and Endang Danial Ar. “Huma Betang : Identitas Moral Kultural Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah” 3, no. 2 (2019): 76–91.
Aprilia, Stella. “TEOLOGI EKOLOGI BERBASIS NILAI BUDAYA HUMA” XI, no. September (2025).
Cristine, Sofiya, Yolanda Meliyani, and Br Surbakti. “HUMA BETANG SEBAGAI BUDAYA TANDINGAN : Relevansi Teologi Kontekstual Bagi Gereja Di Kalimantan Tengah” 2, no. 10 (2025): 1521–27.
Elmi, Ibnu, A S Pelu, and Jefry Tarantang. “Interkoneksi Nilai-Nilai Huma Betang Kalimantan Tengah Dengan Pancasila” 14, no. 02 (2018): 119–26. https://doi.org/10.23971/jsam.v14i2.928.
Lattu, Izak Y. M. Rethinking Interreligious Dialogue, 2023.
Lukman, Anggia Amanda. “PEWARISAN NILAI SEBAGAI PEMBENTUK KEPRIBADIAN BERKARAKTER MELALUI FALSAFAH HUMA BETANG SUKU DAYAK KALIMANTAN” 8, no. 1 (2018): 452–56.
Mandagi, Lamberty Y, Fakultas Teologi, Universitas Kristen, and Indonesia Tomohon. “Kontekstualisasi Ibadah Sebagai Usaha Kontekstualisasi Teologi” 1, no. 1 (2020): 59–65.
Maresty, Era, and Zamroni. “ANALISIS NILAI-NILAI BUDAYA HUMA BETANGDALAM PEMBINAAN PERSATUAN KESATUAN BANGSA SISWA SMADI KALIMANTAN TENGAH” 4, no. 1 (2017): 67–79.
Mince, Leryani, Maria Manuain, East Nusa, Suryaningsi Mila, Sekolah Tinggi, Teologi Gereja, Kristen Sumba, East Nusa, Ivana Yunea Takoi, and East Nusa. “PENAMAS BEYOND RELIGIOUS TOLERANCE : REFLECTING THE INTERFAITH WOMEN ’ S DIALOGUE” 37, no. 1 (2024): 1–14.
Octavia, Yane, Rismawati Wainarisi, and Alfonso Munte. “The Value of Tolerance in the Huma Betang Philosophy and Its Relevance to Religious Moderation in Islamic-Dayak Relations” 11, no. 2 (2025). https://doi.org/10.30983/islam.
Pattiasina, Sharon Michelle O, and Izak Y M Lattu. “PEREMPUAN DAN PERDAMAIAN Hubungan Islam-Kristen Dalam Liminalitas Simbolik Kain Gandong Di Maluku” 11, no. 2 (2018): 205–32.
Prasetyo, Dedi. Melestarikan Kearifan Lokal Dan Situs Budaya Di Kalteng:Touring Budaya Iseng Mulang Tahun 2020, 2021. https://perpuskita.perpustakaandigital.com/detail/melestarikan-kearifan-lokal-dan-situs-budaya-di-kalteng-touring-budaya-iseng-mulang-tahun-2020/25641.
Purtina, Arna. “INTEGRASI NILAI-NILAI HUMA BETANG DALAM PENDIDIKAN EKONOMI: MEMBANGUN EKONOMI INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DAYAK,” 2026, 35–44. https://doi.org/10.33603/ejpe.
Rahmawati, Ni Nyoman. “IMPLEMENTASI NILAI KEHARIFAN LOKAL (HUMA BETANG) DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DAYAK DI KOTA PALANGKA RAYA,” 2019.
Rohendi, Robi, Yusnia Amelia Anggraeni, and Rika Sartika. “PERAN KEARIFAN LOKAL DALAM MEMPERKUAT KETAHANAN NASIONAL MELALUI STRATEGI PENCEGAHAN TERORISME BERBASIS SOSIAL-,” no. 1 (2025): 143–47.
Rostiana, Heva, Siti Nurbani, and Dody Riswanto. “NILAI-NILAI FILOSOFIS HUMA BETANG SUKU DAYAK KALIMANTAN TENGAH,” 2020.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 46 Kali , Download: 24 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mery Cyntia, Candra Junika, Selfina (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Mery Cyntia

