Analisis Konsep Pengetahuan Pembicara (‘Ilm Al-Mutakallim) Dalam Pengucapan Talak Tiga Sekaligus Serta Implikasinya Perspektif Maqashid Syariah
DOI:
https://doi.org/10.66914/47ty6r63Keywords:
knowledge of the speaker, triple divorce, maqashid syariah, pengetahuan pembicara, talak tiga, maqashid syariahAbstract
This research is motivated by the widespread practice among lay husbands of easily uttering divorce (talak) pronouncements, including triple divorce (talak tiga) in a single utterance, often driven by momentary anger without fully understanding the legal consequences. Classical Islamic jurisprudence (fiqh) generally considers such a pronouncement as valid and final, rendering reconciliation (rujuk) impossible without the wife first marrying another man. This study examines the concept of ‘ilm al-Mutakallim (knowledge of the speaker) as a basis for reconsidering the legal ruling on triple divorce pronounced simultaneously, analyzed through the lens of Maqashid al-Syari‘ah. Using normative legal research with a conceptual and analytical approach, this study finds that: (1) classical fiqh considers triple divorce simultaneously as legally binding and final; (2) Ibn Taimiyyah’s minority opinion holds that such a pronouncement counts as only one divorce; (3) the concept of ‘ilm al-Mutakallim supports Ibn Taimiyyah’s view, particularly for lay husbands unaware of the consequences, by analogy with talak al-Ghadhban (divorce in anger); and (4) this approach serves as a solution that upholds hifzh al-nafs (preservation of life) and hifzh al-nasl (preservation of lineage) under Maqashid al-Syari‘ah.
Keywords: knowledge of the speaker, triple divorce, maqashid syariah
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktek suami di kalangan awam yang sangat memudahkan untuk mengeluarkan kalimat talak kepada istrinya ketika ada pertikaian, termasuk mengucapkan talak tiga sekaligus yang menurut fiqih klasik langsung menjatuhkan talak tiga. Hal ini berdampak buruk karena apabila diteruskan maka hubungan mereka akan menjadi dosa dan zina. Penelitian ini mengkaji konsep ‘ilm al-Mutakallim (pengetahuan pembicara) sebagai dasar peninjauan kembali hukum talak tiga sekaligus dengan perspektif Maqashid Syariah. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian hukum normatif atau jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan konseptual dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) fiqih klasik menghukumkan ucapan talak tiga sekaligus sebagai talak tiga yang sah; (2) ada pendapat Ibn Taimiyyah yang menyatakan bahwa talak tiga sekaligus hanya dihukumi sebagai talak satu; (3) konsep ‘ilm al-Mutakallim dapat memperkuat pendapat Ibn Taimiyyah terutama bagi suami awam yang tidak mengetahui konsekuensi ucapannya, dengan mengqiyaskan kepada talak al-Ghadhban; dan (4) hal ini dapat menjadi solusi sebagai perwujudan hifzh al-nafs dan hifzh al-nasl dalam Maqashid Syariah.
Kata kunci: pengetahuan pembicara, talak tiga, maqashid syariah
Downloads
References
Al-‘Amudy, Abdullah bin Umar. Al-Masail Ats-Tsalats. 1 ed. Dar Al-Minhaj, 2005.
Al-Jurjawi, Ali Ahmad. Hikmah At-Tasyri’ wa Falsafatuh. 2 ed. Vol. 2. Dar Al-Fikr, 2003.
Al-Masyhur, Abdurrahman bin Muhammad. Bughyah Al-Mustarsyidin. I. Dar Al-Fikr, 1994.
Al-Qulaishy, Ali Ahmad. Ahkam Al-Usrah fi Al-Syari‘ah Al-Islamiyyah. Vol. 2. Maktabah Al-Jil Al-Jadid, t.t.
Al-Seqaf, Abdurrahman Abdullah. Al-Qawa‘id Al-Fiqhiyyah. I. Tareem li al-Dirasah wa al-Nasyr, 2014.
Al-Seqaf, Abdurrahman Abdullah. Husn Al-Bayan li Qawa‘id Al-Fiqh Al-Mushan. I. Tarim, Hadhramaut, 2015.
Al-Syathibi, Ibrahim Musa. Tahdzib Al-Muwafaqat. III. Dar Ibn Al-Jauzi, 1430.
Al-Syathiry, Muhammad bin Ahmad. Syarh Al-Yaqut Al-Nafis fi Madzhab Ibn Idris. 4 ed. Vol. 1. Dar Al-Minhaj, 2014.
Al-Zuhaily, Wahbah. Al-Fiqh Al-Islamy wa Adillatuhu. 2 ed. Vol. 8. Dar Al-Fikr, 1985.
Asy-Syathiry, Ahmad bin Muhammad. Al-Yaqut Al-Nafis fi Madzhab Ibn Idris. I. Dar Al-Minhaj, 2011.
Az-Zuhaily, Wahbah. Ushul Al-Fiqh Al-Islamy. I. Dar Al-Fikr, 1986.
Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta, 2008.
Kementrian Agama RI. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. 2018.
Rayyan, Ahmad Thaha. Madkhal fi Tarikh Al-Tasyri’ Al-Islamy. t.t.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R Dan D. Alfabeta, 2021.
Wahidah, dan Farihatni Mulyati. Penyelesaian Kasus Ahli Waris Pengganti pada Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. 2021.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 8 Kali , Download: 4 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Alfath Akbar, Junaina (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Muhammad Alfath Akbar

