Surcharge dalam Transaksi QRIS : Analisis Perlindungan Konsumen dan Penegakan Hukum Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia

Authors

  • ID Ratu Inaz Mumtakhinah Universitas Negeri Semarang, Indonesia Indonesia Author
  • ID Salsabila Triandani Universitas Negeri Semarang, Indonesia Indonesia Author
  • ID Nadine Azzahra Noor Universitas Negeri Semarang, Indonesia Indonesia Author
  • ID Rizki Fitrianti Apriliani Universitas Negeri Semarang, Indonesia Indonesia Author
  • ID Bulan Ichlasul Cahya Ramadhani Universitas Negeri Semarang, Indonesia Indonesia Author
  • ID Baidhowi Universitas Negeri Semarang, Indonesia Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/289bx057

Keywords:

Quick Response Code Indonesian Standard, Additional Charges, Consumer Protection , Digital Payment System , Merchant Discount Rate

Abstract

The advancement of information technology has significantly transformed payment systems from cash-based transactions to digital methods. In Indonesia, one of the prominent innovations is the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), introduced by Bank Indonesia as a national standard for QR code-based payments. QRIS is designed to enhance transaction efficiency, promote financial inclusion, and support the expansion of the digital economy. However, in practice, some merchants still impose additional charges on consumers when using QRIS, either as a fixed fee or a percentage of the transaction amount. This practice contradicts Bank Indonesia Regulation Number 23/6/PBI/2021, which prohibits merchants from transferring the Merchant Discount Rate (MDR) burden to consumers. This study aims to examine the practice of additional fee imposition in QRIS transactions and analyze its legal framework under Indonesian law. The research applies a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The findings indicate that such additional charges constitute a violation of payment system regulations and may result in consumer disadvantage.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afnani, T., & Al Munawar, F. A. (2025). Tinjauan hukum atas penambahan biaya Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) terhadap konsumen perspektif Peraturan Bank Indonesia dan hukum Islam (studi kasus di Kelurahan Merjosari Kota Malang). Journal of Islamic Business Law, 9(2), 101–110. DOI: https://doi.org/10.18860/jibl.v9i2.9950

Ariani, D. V., Utomo, S., & Gegana, R. P. (2025). Implementasi hukum atas pembebanan biaya dalam transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Media Hukum Indonesia (MHI), 3(4).

Darmansyah, A. M., Amaliah, S. R., Fernanda, R. A., Irawan, I. N., & Vhalery, R. (2025). Dampak kenaikan tarif merchant discount rate (MDR) melalui QRIS terhadap pendapatan pelaku UMKM di Gedong. Journal of Accounting, Management, and Financial, 2(1), 42–48.

Departemen Komunikasi, ‘MDR QRIS Bagi Merchant: Kategorisasi Dan Simulasi’, Bank Indonesia, 2023.

Destianingsi et al. “Analisis Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Pada Transaksi Pembayaran Nontunai Berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Ekonomi Syariah”. Jurnal Edunomika7, No. 2 (2023): 1–13. DOI: https://doi.org/10.58518/al-faruq.v2i1.1649

Fitrah Rizkiani dan Syamsul Bachri, “The Effect of Convenience and Security of Using QRIS Payment Methods on Purchasing Decisions with Trust as an Intervening Variable,” TaJAM Vol. 6, No. 3 (2024): hlm. 168 DOI: https://doi.org/10.59769/tajam.v6i2.138

Ginting, L. N. (2025). Pelindungan konsumen terhadap pembebanan biaya merchant discount rate (MDR) dalam transaksi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di Kabupaten Sleman (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

I Komang Krisma Bima Tara dan Amad Sudiro. “Perlindungan Hukum Konsumen TerhadapPengguna Qris Dan Penanganan Penipuan Dalam Bertransaksi”. UNES Law Review6, no. 3 (2023): 4581–4588.

Indonesia, B. (2021). Bank Indonesia Regulation No. 23/6/PBI 2021 on Payment Service Provider (2021)(Indonesian).

Kristia, E., & Ahmadi, M. A. (2025). Implementasi QRIS sebagai alternatif pembayaran non tunai pada kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM): Peluang dan tantangan. PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 2(1), 1014–1024. DOI: https://doi.org/10.25299/ijtima.2024.18984

Leni Dwi Nurmala.“Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Pendidik,” Gorontalo Law Review1, No. 1 (2018): 67–76. DOI: https://doi.org/10.32662/golrev.v1i1.98

Lestari, Made Irma. (2023). “Kesediaan Micro Merchants Membayar Merchant Discount Rate dan Biaya Settlement Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS): Studi Eksplorasi pada Usaha Mikro Kecil Menengah.” InFestasi, Vol. 19, No. 1, hlm. 39–50. DOI: https://doi.org/10.21107/infestasi.v19i1.19695

Nugrah Leksono Putri Handayani, “Optimalisasi Sistem Pembayaran Quick Respone Code Indonesian Standard (QRIS) dalam Mewujudkan Inklusi Keuangan,” Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah.Vol 1, No. 3 (2023): hlm. 368, https://doi.org/10.61132/nuansa.v1i3.752. DOI: https://doi.org/10.61132/nuansa.v1i3.752

Pangestika, Zalma Niendya, Dian Khoiriyani Putri, Seanita Febriana Angelica, Ita Nuryana, dan Dyah Maya Nihayah. (2025). “Systematic Literature Review: Persepsi Penggunaan QRIS Sebagai Peningkatan Efektivitas Alat Pembayaran dan Sistem Keuangan Digital.” Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), Vol. 13, No. 2, hlm. 103–115. DOI: https://doi.org/10.26740/jupe.v13n2.p103-115

Paramitha, Dyah Ayu, dan Dian Kusumaningtyas. (2020). QRIS. Kediri: Fakultas Ekonomi Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Peraturan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) No 20 tahun 2023 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia.

Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/6/PBI/2021 tentang Penyedia Jasa Pembayaran.

Poetranto, S., & Widjaja, G. (2025). Analisis yuridis pengaturan uang dalam sistem hukum Indonesia. Jurnal Sosial Teknologi, 5(12), 4464–4477. DOI: https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i12.32600

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)

Razky, R. Z. (2025). Analysis of Bank Indonesia’s role in the implementation and optimization of QRIS in the Indonesian payment system (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Sriekaningsih, A. 2020. QRIS Dan Era Baru Transaksi Pembayaran Di Era 4.0. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Supriyanto, dkk. (2025). Inovasi Pembayaran Digital: Implementasi QRIS Sebagai Metode Pembayaran Non-Tunai Pada UMKM di Kota Kalianda. Jurnal Abdi Masyarakat Saburai (JAMS), 6 (1): 102-106. DOI: https://doi.org/10.24967/jams.v6i01.4395

Utami, R. M., Novianty, R., & Muis, M. (2025). Pengaruh merchant discount rate terhadap retensi QRIS pada UMKM Kec. Tanete Riattang: Tinjauan dari perspektif ekonomi Islam. eCo-Fin, 7(1), 404–415. DOI: https://doi.org/10.32877/ef.v7i1.2139

Warauw, J. F. (2020). Tinjauan Hukum Pengenaan Biaya Tambahan Dalam Transaksi Pembayaran Menggunakan Kartu Melalui Mesin Electronic Data Capture (Edc), Jurnal Ilmu Hukum, 9 (1). DOI: https://doi.org/10.30652/jih.v9i1.7863

Yanci Libria Fista, Aris Machmud, danSuartini.“Perlindungan Hukum Konsumen Dalam Transaksi E-CommerceDitinjau Dari Perspektif Undang-Undang Perlindungan Konsumen”.Binamulia Hukum12, No. 1 (2023): 177–189 DOI: https://doi.org/10.37893/jbh.v12i1.599

Downloads

Published

2026-06-15