Dinamika Lima Fase Perkembangan Ilmu Tasawwuf: Dari Gerakan Zuhud Abad I Hijriah Menuju Neo-Sufisme Ibnu Taimiyah
DOI:
https://doi.org/10.66914/naf1g417Keywords:
Tasawuf, fase perkembangan, sejarah intelektual islam, zuhud, neo-sufismeAbstract
Ilmu Tasawuf sebagai salah satu disiplin dalam tradisi keilmuan Islam tidak tumbuh dalam satu momen tunggal saja, melainkan berkembang secara bertahap melalui proses panjang yang melibatkan pergeseran orientasi, pengaruh eksternal, dan respons internal umat Islam terhadap tantangan zamannya. Artikel ini bertujuan menelusuri dinamika perkembangan ilmu Tasawuf dalam lima fase historis: fase pembentukan (abad I-II H), fase pengembangan (abad III-IV H), fase konsolidasi (abad V H), fase falsafi (abad VI-VIII H), dan fase pemurnian (abad IX-X H dan seterusnya). Dengan menggunakan pendekatan historis-deskriptif dan merujuk pada sumber sumber primer, artikel ini menunjukkan bahwa setiap fase memiliki karakteristik tersendiri yang tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial, politik, dan intelektual pada masanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan tasawuf bukan sekedar evolusi linear, melainkan merupakan proses dialektis antara internalisasi spiritual, sistematisasi ilmiah, dan koreksi teologis yang terus berlangsung sepanjang sejarah Islam klasik.
Downloads
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 56 Kali , Download: 37 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Titan Zhibrilliant, Mujahid Al Aziz, Ibnu Yasir Al Fikri, Muhammad Syamsul Munir (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Muhammad Titan Zhibrilliant

