Sosialisasi Pentingnya Bijak dalam Pemanfaatan Fintech dan Bahaya dari Judi Online pada Generasi Muda
DOI:
https://doi.org/10.66914/nexs3d71Keywords:
Fintech, Digital Financial Literacy, Online Gambling, Young Generation, Socialization, Fintech, Literasi Keuangan Digital, Judi Online, Generasi Muda, SosialisasiAbstract
Teknologi Digital sudah berkembang pesat sehingga membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang keuangan dengan munculnya keberadaan financial technology (fintech). Fintech memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi secara cepat, praktis, dan efisien. Namun, di lain sisi, kurangnya pemahaman dan literasi keuangan digital pada generasi muda dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti penggunaan layanan keuangan yang tidak bijak, penipuan digital, hingga perilaku konsumtif. Selain itu, kemajuan teknologi juga mengakibatkan maraknya praktik judi online yang semakin mudah diakses dan menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada Karang Taruna Pemuda Penapride Balaraja, Kabupaten Tangerang dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya penggunaan fintech secara bijak serta bahaya dari judi online. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, penyuluhan, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait penggunaan fintech yang aman dan bijak, serta meningkatnya kesadaran akan dampak negatif judi online, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun psikologis. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan dan aktif dalam sesi diskusi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi keuangan serta mampu menghindari praktik-praktik negatif seperti judi online, sehingga dapat menciptakan generasi yang cerdas, produktif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi digital.
Kata Kunci: Fintech, Literasi Keuangan Digital, Judi Online, Generasi Muda, Sosialisasi
Abstract
Digital technology has developed rapidly, bringing significant changes to society, particularly in the financial sector through the emergence of financial technology (fintech). Fintech provides convenience by enabling transactions to be conducted quickly, practically, and efficiently. However, on the other hand, a lack of understanding and digital financial literacy among young people can lead to various risks, such as unwise use of financial services, digital fraud, and consumerist behavior. In addition, technological advancements have contributed to the widespread growth of online gambling, which is becoming increasingly accessible and poses a serious threat to the younger generation. This Community Service Program (PKM) was conducted at the Penapride Balaraja Youth Organization, Tangerang Regency, with the aim of providing knowledge and increasing awareness among young people regarding the importance of using fintech wisely and understanding the dangers of online gambling. The methods employed in this activity included socialization, educational counseling, interactive discussions, and question-and-answer sessions. The results of this activity indicated an increase in participants’ understanding of the safe and responsible use of fintech, as well as greater awareness of the negative impacts of online gambling from economic, social, and psychological perspectives. Participants also demonstrated high enthusiasm throughout the program and actively engaged in discussion sessions. Through this activity, it is expected that young people will become more prudent in utilizing financial technology and be able to avoid negative practices such as online gambling, thereby fostering a generation that is intelligent, productive, and responsible in the use of digital technology.
Keywords: Fintech, Digital Financial Literacy, Online Gambling, Young Generation, Socialization
Downloads
References
Rahmawati, D. (2024). Kesiapan Lulusan SMK dalam Menghadapi Tantangan Era Society 5.0. Jakarta: Pustaka Edukasi Nusantara.
Santoso, A. (2024). Penguatan Soft Skills dalam Pendidikan Kejuruan. Bandung: Mitra Cendekia Press.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Strategi Penguatan Pendidikan Vokasi untuk Peningkatan Ketenagakerjaan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). (2021). Pedoman Pengembangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Jakarta: BNSP.
BPS. (2023). Statistik Pendidikan dan Ketenagakerjaan Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
World Economic Forum. (2020). The Future of Jobs Report 2020. Geneva: World Economic Forum. Retrieved from https://www.weforum.org/reports/the-future-of-jobs-report-2020
OECD. (2019). Trends Shaping Education 2019. Paris: OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/trends_edu-2019-en
Situmorang, T. (2023). Simulasi Interview Berbasis Kecerdasan Buatan: Solusi Baru Dunia Pendidikan. Jurnal Teknologi dan Inovasi, 11(2), 55–63.
Wahyuni, R. (2022). Integrasi Soft Skills dan Teknologi dalam Kurikulum SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 9(1), 35–44.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 7 Kali , Download: 1 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amelia Nurfadillah, Nadila Aprilliani, Risa Wulandari, Budhi Prabowo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Amelia Nurfadillah

