Analisis Vegetasi Tingkat Pancang dan Anakan di Kawasan Taman Wisata Alam Pananjung Pangandaran

Authors

  • ID Aydin Rafif Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung – Sumedang KM 21, Jatinangor, Sumedang 45363, Jawa Barat Indonesia Author
  • ID Azfa Aulia Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung – Sumedang KM 21, Jatinangor, Sumedang 45363, Jawa Barat Indonesia Author
  • ID Salvia Calya Candra Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung – Sumedang KM 21, Jatinangor, Sumedang 45363, Jawa Barat Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/pavs7q15

Keywords:

Saplings, Vegetation Analysis, Diversity, Pangandaran Nature Tourism Park Abstrak

Abstract

Pananjung Pangandaran Nature Tourism Park is one of the areas in Pangandaran Regency that is prioritized for tourism. As an area partially open to tourism activities, vegetation at the sapling and seedling levels in this TWA is vulnerable to disturbance. The existence of the plant species that make up the TWA area is inseparable from the needs of living things. Therefore, this study aims to determine the species composition and structure of vegetation at the sapling and seedling levels in Pananjung Pangandaran TWA. Data collection was conducted using a 240-m belt transect quadrat method in 12 plots. Data analysis included density, frequency, dominance, Importance Value Index (IVI), and Shannon-Wiener Diversity Index (H'). The study recorded 12 species from 8 families at the sapling level and 17 species from 13 families at the seedling level. The species with the highest IVI were the monkey-headed bulbul (Dysoxylum caulostachyum) at the sapling level (128.89%) and the bayur (Pterospermum javanicum) at the sapling level (115.55%). The Shannon-Wiener diversity index (H') values ​​at both levels were categorized as moderate (sapling = 1.88; sapling = 1.73). The results of this study are expected to provide scientific baseline data for managers in developing management strategies for the Pananjung Pangandaran Nature Tourism Park area.

Keywords: Saplings, Vegetation Analysis, Diversity, Saplings, Pangandaran Nature Tourism Park

Abstrak

 

Taman Wisata Alam Pananjung Pangandaran merupakan salah satu kawasan di Kabupaten Pangandaran yang diunggulkan dalam sektor pariwisata. Sebagai kawasan yang sebagian arealnya terbuka bagi kegiatan wisata, vegetasi pada tingkat pancang dan anakan di TWA ini rentan terhadap gangguan. Keberadaan jenis-jenis tumbuhan penyusun kawasan TWA tidak akan pernah lepas dari kebutuhan makhluk hidup. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis serta struktur vegetasi tingkat pancang dan anakan di TWA Pananjung Pangandaran. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuadrat belt transect sepanjang 240 m pada 12 plot, sedangkan analisis data meliputi kerapatan, frekuensi, dominansi, Indeks Nilai Penting (INP), dan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H'). Hasil penelitian mencatat 12 spesies dari 8 famili pada tingkat pancang dan 17 spesies dari 13 famili pada tingkat anakan. Spesies dengan INP tertinggi adalah pisitan monyet (Dysoxylum caulostachyum) pada tingkat pancang (128,89%) dan bayur (Pterospermum javanicum) pada tingkat anakan (115,55%). Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) pada kedua tingkat termasuk kategori sedang (pancang = 1,88; anakan = 1,73). Hasil penelitian ini diharapkan menjadi data dasar ilmiah bagi pengelola dalam menyusun strategi pengelolaan kawasan TWA Pananjung Pangandaran.

Kata kunci: Anakan, Analisis Vegetasi, Keanekaragaman, Pancang, Taman Wisata Alam Pangandaran

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bonor, C. K. A., Rahmawati, R., & Subarnas, A. (2024). Phytochemical profile extracts and fractions of pisitan monyet (Dysoxylum caulostachyum Miq.). Indonesian Journal of Biological Pharmacy, 4(1). https://doi.org/10.24198/ijbp.v4i1.55097

Deshmukh, I. (1992). Ekologi dan Biologi Tropika, Terjemahan R.E. Soeriaatmadja. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Encep, E. R., & Aditya, A. H. (2017). The Potential of Vegetation Species Diversity for Ecotorourism Development at Nature Reserve of Panjalu Lake. Jurnal Wasian, 4(1), 01–10. https://doi.org/10.62142/p709jn56

Hidayat, S. (2014). Pola sebaran dan asosiasi bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 11(3), 225–237. https://doi.org/10.20886/jphka.2014.11.3.225-237

Hidayat, M. (2017). Analisis Vegetasi dan Keanekaragaman Tumbuhan di Kawasan Manifestasi Geotermal Ie Suum Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Biotik, 5(2): 114-124

Indriyanto. (2006). Ekologi Hutan. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara

Kartawinata, K., & Abdulhadi, R. (2016). Ekologi Vegetasi Tujuan dan Metode. Jakarta: LIPI Press

Kenfack, D., Chuyong, G.B., Condit, R., Russo, S.E., & Thomas, D.W. (2014). Demographic Variation and Habitat Specialization of Tree Species in A Diverse Tropical Forest of Cameroon. Forest Ecosystem, 1 (1): 1 – 13.

Krebs, J.C. (1978). Ecology The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. London: Harper and Row Publisher.

Kuspradini, H., Putri, A. S., & Diana, R. (2018). Potensi tumbuhan genus Litsea. Mulawarman University Press.

Ling, T., Xiong, Q., Luo, P., Zhang, Y., Gu, X., & Lin, B. (2019). Pengaruh langsung dan tidak langsung faktor lingkungan, kendala spasial, dan sifat fungsional dalam membentuk keanekaragaman tumbuhan di hutan pegunungan. Ekologi Evolusi, 10(1): 557-568

Manlea, H., Ledheng, L., & Pereira, F. S. (2016). Analisis Struktur dan Komposisi Tumbuhan Tingkat Tiang dan Anakan di Hutan Buamese Desa Tulakadi Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, Jurnal Pendidikan Biologi, 1(1): 16-20

Mariana., & Warso, F. W. (2016). Analisis Komposisi dan Struktur Vegetasi untuk Menentukan Indeks Keanekaragaman di Kawasan Hutan Kota Pekanbaru. Bio Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 3(2): 90-96

Nabila, A., Ruhhayani, S., Alvianti, M. D., Riyanni, C. S., Wijaya, A., & Muliyah, E. (2025). Keanekaragaman jenis suku Rubiaceae di Taman Wisata Alam Pananjung Pangandaran. Symbiotic: Journal of Biological Education and Science, 6(2), 223–232.

Natsir, M., Azmin, N., & Irwansyah, M. (2022). Identifikasi keanekaragaman jenis gulma di daerah persawahan Desa Wora Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, 3(2).

Nurjaman, D., Kusmoro, J. & Santoso, P. (2017). Perbandingan Struktur dan Komposisi Vegetasi Kawasan Rajamantri dan Batumeja Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat. Jurnal Biodjati, 2 (2), Halm 167-179.

Odum, E. (1993). Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta: UGM Press.

Prabaningrum, H., Nugroho, A. S., dan Kaswinarni, F. (2018). Keanekaragaman Tumbuhan yang Berpotensi sebagai Bahan Pangan di Cagar Alam Gebugan Semarang. Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya, 5(2), 26–31

Rahayu, E. M. (2020). Analisis Vegetasi Di Kawasan Pulau Menjangan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Gorontalo Journal of Forestry Research, 3(2), 79. https://doi.org/10.32662/gjfr.v3i2.993

Ramdhani, E. G. (2021). Potensi Vegetasi Pakan Lutung Jawa (Tracypithecus auratus) di Taman Wisata Alam Pananjung Pangandaran. Wanamukti, 24(1): 30-41

Renta, P. P., Pribadi, R., Zainuri, M., & Utami, M. A. F. (2016). Struktur Komunitas Mangrove di Desa Mojo Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Jurnal Enggano, 1(2): 1-10.

Retnowati A, Rugayah, Rahajoe J. S., & Arifiani, D. (2019). Status Keanekaragaman Hayati Indonesia: Kekayaan jenis tumbuhan dan jamur Indonesia. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Safitri, A., Wahid, I., Khairaddaraini., & Mulyadi. (2018). Analisis Vegetasi Tumbuhan Habitus Tiang dan Pohon Di Kawasan Pegunungan Deudap Pulo Aceh Kabupaten AcehBesar. Prosiding Seminar Nasional Biotik, 259-265.

Salwanafi, D. A., Susanto, D., Aniarko, V. P., & Utami, I. (2023). Keanekaragaman jenis pohon penyusun Cagar Alam Pananjung Pangandaran. Jurnal Belantara, 6(1), 126–135. https://doi.org/10.29303/jbl.v6i1.861

Setiawan, A. (2022). Keanekaragaman Hayati Indonesia: Masalah dan Upaya Konservasinya. Indonesian Journal of Conservation, 11(1): 13-21

Shannon, C. E., & Wiener, W. (1963). The mathematical theory of communication. Urbana: University of Illinois Press.

Sobirin, S., Banuwa, I. S., Febryano, I. G., Wulandari, C., Darmawan, A., & Iswandaru, D. (2022). Potensi Tegakan di KPHL Batu Serampok, Provinsi Lampung. Jurnal Hutan Tropis, 10(1), 87. https://doi.org/10.20527/jht.v10i1.13092

Utami, I., & Putra, I. L. I. (2020). Ekologi Kuantitatif: Sampling dan Analisis Data Lapangan. Yogyakarta: K-Media

Wulandari, I., Lestari, R., Zazuli, S. F., & Husodo, T. (2017). Keanekaragaman Jenis Tumbuhan di Kawasan Wisata Alam Pananjung Pangandaran. Biotika, 15(2): 8-13

Yuliantoro, D., & Frianto, D. (2019). Analisis Vegetasi Tumbuhan di Sekitar Mata Air Pada Dataran Tinggi dan Rendah Sebagai Upaya Konservasi Mata Air di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Dinamika Lingkungan Indonesia, 6(1), 1–7.

Downloads

Published

2026-07-26