Pemanfaatan Lahan Tidur melalui Skema Pinjam Pakai sebagai Ruang Terbuka Hijau Berbasis Kebutuhan Oksigen Kawasan(Studi Kasus: SWK Karees Kota Bandung)
DOI:
https://doi.org/10.66914/p2p1hk16Keywords:
kebutuhan oksigen, lahan tidur, ruang terbuka hijau, pinjam pakai, SWK Karees, oxygen demand, idle land, green open space, temporary land-use agreementAbstract
Keterbatasan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan mendorong perlunya strategi penyediaan ruang yang mampu meningkatkan fungsi ekologis kawasan. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas pemanfaatan lahan tidur melalui skema pinjam pakai sebagai ruang terbuka hijau berbasis kebutuhan oksigen di SWK Karees, Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis kebutuhan oksigen, evaluasi kesesuaian lahan, estimasi potensi produksi oksigen, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian lahan tidur yang layak dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau dan mampu memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan oksigen kawasan. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kebutuhan oksigen, kesesuaian lahan, dan skema pinjam pakai dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas penyediaan ruang terbuka hijau pada kawasan perkotaan.
Kata kunci: kebutuhan oksigen, lahan tidur, ruang terbuka hijau, pinjam pakai, SWK Karees.
ABSTRACTThe limited availability of urban green open space requires strategies that can improve the ecological function of urban areas. This study aims to determine the priority for utilizing idle land through a temporary land-use agreement (pinjam pakai) as green open space based on urban oxygen demand in SWK Karees, Bandung City. A quantitative approach was employed using oxygen demand analysis, land suitability evaluation, oxygen production estimation, and spatial analysis. The results indicate that only a portion of the identified idle land is suitable for green open space development and can contribute to meeting urban oxygen demand. The study demonstrates that integrating oxygen demand, land suitability, and temporary land-use agreements provides a practical basis for prioritizing green open space development in urban areas.
Keywords: oxygen demand, idle land, green open space, temporary land-use agreement, SWK Karees.
Downloads
References
DAFTAR RUJUKAN
Badan Pusat Statistik Kota Bandung. (2023). Kota Bandung dalam angka 2023. Badan Pusat Statistik Kota Bandung.
Benedict, M. A., & McMahon, E. T. (2006). Green infrastructure: Linking landscapes and communities. Island Press.
Food and Agriculture Organization. (1976). A framework for land evaluation (FAO Soils Bulletin No. 32). FAO.
Healey, P. (1997). Collaborative planning: Shaping places in fragmented societies. Macmillan Press.
Liu, Y., Zhang, X., Wang, J., & Li, H. (2023). Optimizing idle urban land for ecological restoration and green infrastructure development. Land, 12(5), 1045. https://doi.org/10.3390/land12051045
Malczewski, J. (1999). GIS and multicriteria decision analysis. John Wiley & Sons.
Newman, P., & Jennings, I. (2020). Cities as sustainable ecosystems: Principles and practices (2nd ed.). Island Press.
Nowak, D. J., Crane, D. E., & Stevens, J. C. (2007). Air pollution removal by urban trees and shrubs in the United States. Urban Forestry & Urban Greening, 4(3–4), 115–123. https://doi.org/10.1016/j.ufug.2006.01.007
UN-Habitat. (2020). World Cities Report 2020: The value of sustainable urbanization. United Nations Human Settlements Programme.
White, L. P., Hunt, C. D., & Richards, A. N. (1959). Oxygen requirements and environmental balance in urban areas. Journal of Environmental Management, (sesuaikan dengan sumber asli yang Anda gunakan).
Wisesa, S. (1988). Perhitungan kebutuhan oksigen wilayah perkotaan. (Sesuaikan penerbit/institusi sesuai sumber asli yang digunakan dalam skripsi).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 0 Kali , Download: 0 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dejan Muhammad Syafiq, Sadar Yuni Rahrjo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dejan Muhammad Syafiq

