Menyaring Kebaikan: Gatekeeping dan Reklasifikasi Wacana Program Donasi Pangan dalam Laporan Keberlanjutan Ritel Modern
DOI:
https://doi.org/10.66914/nfgs3q97Keywords:
gatekeeping, communication, sustainability report, disclosure category, food donation, komunikasi keberlanjutan, laporan keberlanjutan, kategori pengungkapan, donasi panganAbstract
This study examines how a surplus food rescue programme is classified and narrated within the sustainability report of a modern retailer listed on the Indonesia Stock Exchange. Research on corporate social responsibility communication has largely addressed companies that talk beyond their practice, while filtering that operates through the selection of disclosure categories has received comparatively little attention. Using a qualitative approach, this study conducts a discourse analysis of the sustainability chapter of the 2025 annual and sustainability report, drawing on two content maps produced by the company itself: the GRI Standards 2021 content index and the disclosure list under Indonesian Financial Services Authority Regulation 51/POJK.03/2017. Three findings emerge. First, a double classification occurs: the report describes the programme in the language of food waste reduction, yet places it under community impact disclosure rather than within the waste disclosure series, even though waste management is one of the company's own declared material topics. Second, the disclosure literally titled waste diverted from disposal contains no quantitative data, while the programme's achievement is presented in a narrative register. Third, the filtering mechanism can be read as a structural consequence, since the non-profit organisations implementing the programme do not appear in the stakeholder map underpinning materiality determination. The study offers a reading of gatekeeping at the level of categorisation, in which filtering operates not by removing content but by relocating the register in which it is presented.
Keywords: gatekeeping, sustainability communication, sustainability report, disclosure category, food donation
Abstrak
Penelitian ini menganalisis bagaimana sebuah program penyelamatan pangan surplus diklasifikasikan dan dinarasikan di dalam laporan keberlanjutan sebuah peritel modern yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Kajian komunikasi tanggung jawab sosial perusahaan umumnya menyoroti perusahaan yang berbicara melampaui praktiknya, sementara penyaringan yang berlangsung melalui pemilihan kategori pengungkapan relatif jarang ditelaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana atas bab keberlanjutan laporan tahunan dan keberlanjutan tahun buku 2025, dengan memanfaatkan dua peta isi yang disusun perusahaan sendiri, yaitu indeks silang GRI Standards 2021 dan daftar pengungkapan sesuai POJK No. 51/POJK.03/2017. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama, terjadi klasifikasi ganda: laporan mendeskripsikan program dengan bahasa pengurangan limbah pangan, namun menempatkannya di bawah pengungkapan dampak terhadap komunitas, bukan di bawah rangkaian pengungkapan limbah, padahal pengelolaan limbah merupakan salah satu topik material yang ditetapkan perusahaan sendiri. Kedua, pengungkapan yang secara harfiah berjudul limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir tidak memuat data kuantitatif apa pun, sementara capaian program disajikan dalam register naratif. Ketiga, mekanisme penyaringan dapat dibaca sebagai konsekuensi struktur, karena organisasi nirlaba pelaksana program tidak tercantum dalam peta pemangku kepentingan yang menjadi dasar penentuan materialitas. Penelitian ini menawarkan pembacaan gatekeeping pada tataran kategorisasi, yakni penyaringan yang bekerja bukan dengan meniadakan isi melainkan dengan memindahkan register penyajiannya.
Kata Kunci: gatekeeping, komunikasi keberlanjutan, laporan keberlanjutan, kategori pengungkapan, donasi pangan.
Downloads
References
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Laporan kajian food loss and waste di Indonesia dalam rangka mendukung penerapan ekonomi sirkular dan pembangunan rendah karbon. Kementerian PPN/Bappenas.
Christensen, L. T., Morsing, M., & Thyssen, O. (2013). CSR as aspirational talk. Organization, 20(3), 372–393.
Christensen, L. T., Morsing, M., & Thyssen, O. (2021). Talk–action dynamics: Modalities of aspirational talk. Organization Studies, 42(3), 407–427.
Eisenberg, E. M. (1984). Ambiguity as strategy in organizational communication. Communication Monographs, 51(3), 227–242.
Global Reporting Initiative. (2021). GRI standards 2021. Global Sustainability Standards Board.
Indrawati, R. S. (2026). Akuntabilitas dalam rantai donasi makanan: Studi komunikasi kemitraan ritel modern dan mitra penyalur pangan. Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 5(2).
Morsing, M., & Schultz, M. (2006). Corporate social responsibility communication: Stakeholder information, response and involvement strategies. Business Ethics: A European Review, 15(4), 323–338.
Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik.
Schoeneborn, D., Morsing, M., & Crane, A. (2020). Formative perspectives on the relation between CSR communication and CSR practices: Pathways for walking, talking, and t(w)alking. Business & Society, 59(1), 5–33.
Shoemaker, P. J., & Vos, T. P. (2009). Gatekeeping theory. Routledge.
White, D. M. (1950). The gate keeper: A case study in the selection of news. Journalism Quarterly, 27(4), 383–390.
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 44 Kali , Download: 40 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Reni Sara Indrawati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Reni Sara Indrawati

