Perspektif Mahasiswa Terhadap Fenomena Body Shaming pada Perempuan di Media Sosial Tiktok Sebagai Bentuk Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
DOI:
https://doi.org/10.66914/b7np4z41Keywords:
body shaming, perempuan, TikTok, kekerasan berbasis gender, perspektif mahasiswa.Abstract
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah menciptakan ruang publik digital yang memberikan kebebasan bagi setiap individu untuk mengekspresikan diri. Namun, kebebasan tersebut juga memunculkan berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, salah satunya body shaming yang banyak dialami perempuan melalui kolom komentar maupun interaksi di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif mahasiswa terhadap fenomena body shaming pada perempuan di media sosial TikTok serta memahami pandangan mahasiswa mengenai body shaming sebagai bentuk kekerasan berbasis gender di ruang digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur kepada mahasiswa pengguna TikTok dan didukung oleh studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang body shaming sebagai tindakan memberikan komentar atau penilaian negatif terhadap kondisi fisik perempuan yang dapat menimbulkan dampak psikologis berupa menurunnya rasa percaya diri, munculnya rasa insecure, kecemasan sosial, serta tekanan untuk memenuhi standar kecantikan yang berkembang di media sosial. Mahasiswa juga menilai bahwa body shaming terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk kekerasan berbasis gender karena berkaitan dengan objektifikasi tubuh perempuan, stereotip gender, dan budaya patriarki yang masih berkembang di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi digital, kesadaran gender, serta etika berkomunikasi di media sosial diperlukan untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, inklusif, dan menghargai martabat perempuan.
Downloads
References
Adnan, M. H., Hayfa, J., Agnesia, A. M., & Azka, A. H. A.-. (2026). Cyber Sexual Harassment di Media Sosial dan Upaya Mewujudkan Kesetaraan Gender di Era Digital. 4(2), 2847–2854.
Ari, I. A. D. K., & Janottama, I. P. A. (2021). STEREOTIP PEREMPUAN DAN KEKERASAN SIMBOLIK PADA NARASI PEMBERITAAN MEDIA ONLINE ( INSTAGRAM ) Ida Ayu Dwita Krisna Ari , I Putu Arya Janottama Jurusan Desain Komunikasi Visual , Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar , Jalan Nusa I. 3(1), 29–42.
Balghis, R., Sivafahera, R., Mada, A. C., & Maghfiroh, A. A. (2025). Etika Komunikasi Digital Dan Tanggung Jawab Sosial Penggunaan Media Sosial: Studi Kasus Body Shaming Terhadap Raacil Di Tiktok. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, 9(12), 150–160.
CRESWELL, J. W. (2018). Qualitative, Quantitative, and Mixed-Methods Research. Microbe Magazine, 4(11), 485–485.
Damayanti, R. A. (2026). Body Shaming Di Media Sosial: Dari Humor Ke Kekerasan Verbal Dalam Perspektif Bimbingan Dan Konseling. PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling Dan Multikultural, 4(1), 81–89.
Dewanty, I. A. B. C., & Saryono, D. (2024). Verbal violence against women on TikTok: A feminist linguistic study. Litera, 23(2), 247–260.
Elistya, N. E., & Arsi, A. A. (2024). Kekerasan Online Berbasis Gender terhadap Remaja Perempuan Pengguna Media Sosial TikTok. Journal of Education, Society and Culture, 13(1), 163–176.
Garcia, G., & Winduwati, S. (2023). Representasi Standar Kecantikan Wanita di Media Sosial Instagram @springsummerstyle. Koneksi, 7(1), 248–255.
Maharani, G., Sayuti, R. H., & Komalasari, M. A. (2024). PERSEPSI DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP BODY SHAMING (STUDI KASUS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL, ILMU KOMUNIKASI DAN SOSIOLOGI UNIVERSITAS MATARAM). Program Studi Sosiologi, Universitas Mataram, 2(2).
Missa, D. M. (2023). Perspektif Masyarakat Kota Kupang Tentang Penghinaan Citra Tubuh (Body Shaming) Di Media Sosial. COMSERVA : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(4), 1054–1066.
Mustika, S., Corliana, T., Tiara, A., & Amir, Y. (2023). Penguatan Pemahaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) Bagi Guru-Guru SMA Muhammadiyah 3 Jakarta Selatan. Warta LPM, 26(1), 68–74.
Muti’ah, Azzahrawaani, F. (2023). Tingkat Body Shaming Dikalangan Remaja Berdasarkan. JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Ejournal.Nusantaraglobal.Ac.Id/Index.Php/Jige TINGKAT, 4(3), 1373–1379.
Saidah, M., Kharima, N., & Gul, M. (2026). Generation Z Oversharing and Vulnerability to Online Gender-Based Violence : A Phenomenological Study of Instagram. Journal of Gender Studies, 10(1), 79–98.
Schellewald, A. (2025). Changing modes of public connection: an essay on TikTok and the social affordances of personalized social media. Frontiers in Computer Science, 7(October), 1–6.
Soleman, N., & Elindawati, R. (2019). Fourth Wave Feminism in Indonesia: Body Shaming Through Social Media Phenomenon. Journal of Islamic World and Politics, 3(2).
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 0 Kali , Download: 0 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dewi Nuraini (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dewi Nuraini

