Suara Digital, Kesadaran Generasi Muda Pengaruh Gerakan MeToo terhadap Gen Z mengenai Kekerasan Berbasis Gender
DOI:
https://doi.org/10.66914/vpakq744Keywords:
#MeToo, media sosial, kesadaran, generasi media, kekerasan berbasis gender, aktivisme digitalAbstract
Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan informasi, membangun solidaritas, dan merespons berbagai persoalan sosial, termasuk kekerasan berbasis gender. Salah satu gerakan digital yang memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan perhatian terhadap isu tersebut adalah gerakan #MeToo. Gerakan ini memberikan ruang bagi korban untuk menyuarakan pengalaman kekerasan dan pelecehan seksual sekaligus mendorong terbentuknya kesadaran publik mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gerakan #MeToo di media sosial terhadap kesadaran Generasi Z (Gen Z) mengenai kekerasan berbasis gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada responden Gen Z. Data yang diperoleh dianalisis untuk melihat hubungan antara intensitas paparan terhadap konten #MeToo di media sosial dengan tingkat kesadaran responden mengenai bentuk, dampak, serta upaya pencegahan kekerasan berbasis gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan dalam memperluas akses Gen Z terhadap informasi mengenai kekerasan berbasis gender dan mendorong meningkatnya perhatian terhadap isu tersebut. Gerakan #MeToo tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyampaian pengalaman, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pembentukan opini, dan penguatan solidaritas sosial. Dengan demikian, gerakan #MeToo menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap kekerasan berbasis gender.
Kata kunci: #MeToo, media sosial, Gen Z, kekerasan berbasis gender, kesadaran.
Downloads
References
Bogen, K. W., Bleiweiss, L. S., Leach, N. R., & Orchowski, L. M. (2021). #MeToo:
Disclosure and response to sexual victimization on Twitter. Journal of Interpersonal Violence, 36(23–24), 10864–10888.
Drewett, A., Oxlad, M., & Augoustinos, M. (2021). Breaking the silence on sexual
harassment and assault: An analysis of #MeToo tweets. Journal of Community & Applied Social Psychology, 31(5), 614–632.
Jaffe, A. E., Cero, I., & DiLillo, D. (2021). The #MeToo movement and perceptions of
sexual assault: College students’ recognition of sexual assault experiences over time. Psychology of Popular Media Culture, 10(4), 468–479.
Quan Haase, A., et al. (2021). Mapping #MeToo: A synthesis review of digital feminist
research across social media platforms. Journal of Information Technology & Politics, 18(4), 447–465.
Gorissen, S., et al. (2023). Sharing unwanted sexual experiences online: A cross-platform
analysis of disclosures before, during and after the #MeToo movement. Computers in Human Behavior, 141, 107628.
Li, Y., et al. (2021). Twitter as a tool for social movement: An analysis of feminist
activism on social media communities. Journal of Gender Studies, 30(7), 871–888.
Sumber Lembaga Internasional World Health Organization. (2021). Violence against
women. WHO Fact Sheet.
Sumber Lembaga Nasional Indonesia Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap
Perempuan. (2025). Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan Tahun 2024. Jakarta: Komnas Perempuan.
Burke, T. (2021). Where We Go From Here: #MeToo and the Future of Justice.
Haymarket Books.
Fileborn, K., & Loney-Howes, R. (Eds.). (2019). Revisiting the #MeToo Movement:
Making Sense of Digital Activism. Palgrave Macmillan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana
Kekerasan Seksual. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 77
Downloads
-
PDF FULL TEXT
Abstract Dilihat : 35 Kali , Download: 30 Kali
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ridda Alsun Putri Argara (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ridda Alsun Putri Argara

