Representasi Soft Masculinity pada Gaya Berpakaian Jovi Adhiguna di Instagram: Analisis Semiotika Roland Barthes

Authors

  • ID Kunto Wibisono Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta Indonesia Author
  • ID Arvin Hardian Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/8ppenw62

Keywords:

Soft Masculinity, gaya berpakaian, Instagram, semiotika Roland Barthes, representasi

Abstract

Representasi maskulinitas di media sosial semakin relevan dikaji seiring meningkatnya kehadiran figur publik pria yang menampilkan ekspresi gender non-konvensional di Instagram. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi Soft Masculinity pada gaya berpakaian Jovi Adhiguna di Instagram melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis tiga tataran: denotasi, konotasi, dan mitos. Data bersumber dari sepuluh unggahan foto statis yang dipilih secara purposif dari akun @joviadhiguna pada periode Januari–Juni 2026. Pada tataran denotasi, ditemukan lima elemen visual berulang: garmen bersiluet ambigu gender seperti rok, dress, dan tunik panjang; aksesori feminin bervolume besar seperti kalung mutiara berlapis, heels, dan anting bergelantung; rambut panjang melebihi bahu; postur dan ekspresi wajah terbuka dan non-kaku; serta caption yang menegosiasikan norma berpakaian berbasis gender. Pada tataran konotasi, elemenelemen tersebut mengkomunikasikan kebebasan estetis, kepercayaan diri nonkonvensional, keterbukaan emosional, dan hibriditas identitas. Pada tataran mitos, teridentifikasi tiga mitos maskulinitas baru: maskulinitas estetis sebagai identitas yang sahih, fashion tanpa gender sebagai penanda modernitas, dan kepercayaan diri tanpa pembelaan sebagai puncak Soft Masculinity. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya berpakaian Jovi Adhiguna merupakan sistem tanda yang aktif menegosiasikan dan menormalisasi ekspresi gender melampaui batas maskulinitas hegemonik dalam wacana digital Indonesia.

Kata Kunci: Soft Masculinity; gaya berpakaian; Instagram; semiotika Roland Barthes; representasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, C. (2021). Mapping internet celebrity on TikTok: Exploring attention economies and visibility labours. Cultural Science Journal, 12(1), 77–103.

Ainslie, M. J. (2017). Korean soft masculinity vs. Malay hegemony: Malaysian masculinity and Hallyu fandom. Korea Observer, 48(3), 609–638.

Aldrian, W., & Azeharie, S. (2022). Representasi maskulinitas pada sosok ayah dalam film Fatherhood (Semiotika Roland Barthes). Koneksi, 6(2), 343–350.

Barnard, M. (2002). Fashion as communication (2nd ed.). Routledge.

Barthes, R. (1967). The fashion system. Hill and Wang.

Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.

Barthes, R. (1977). Image, music, text. Fontana Press.

Connell, R. W. (1995). Masculinities. University of California Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fauzan, R., Rindiyani, & Tabrani. (2025). Maskulinitas rapuh di TikTok: Representasi emosi lelaki dalam budaya siber Gen Z. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 977–987. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.21613 Fauzi, A. (2021). Soft masculinity dan konstruksi identitas laki-laki di media sosial. Jurnal Komunikasi Indonesia, 10(1), 45–58.

Fiske, J. (1990). Introduction to communication studies (2nd ed.). Routledge

Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Doubleday.

Hall, S. (Ed.). (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.

Khuzaimah, K. (2024). Genderless fashion di Instagram: Pergeseran batas maskulin dan feminin. Jurnal Komunikasi Visual, 5(2), 88–102

Kumalasari. (2023). Representasi maskulinitas positif pada akun Instagram @lakilakibaru. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1), 22–37.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nurhandini, H., & Firmonasari, A. (2024). Representasi identitas Lombok dalam akun Instagram “Inside Lombok”: Analisis semiotika Roland Barthes. Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 25(1). https://doi.org/10.19184/semiotika.v25i1.41248 (Diakses 9 Agustus 2026)

Puspaningrum, A., & Wirawanda, Y. (2025). Instagram sebagai ruang representasi identitas gender. Jurnal Media dan Komunikasi, 8(1), 114.

Putra, P. A., Puspitasari, D. R., & Farisi, R. (2025). Performatif gender dan algoritma: Netnografi beauty influencer pria Indonesia di Instagram. Jurnal Komunikasi, 17(1), 55–71

Qorib, F., Oktarina, N., & Ermelinda. (2023). Fashion sebagai komunikasi identitas dan status sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 6(2), 110125.

Rahmawati, N. (2024). Constructing masculinity in men’s skincare advertising: A semiotic study utilizing Roland Barthes’ theory. AzZahra: Journal of Gender and Family Studies, 4(2). https://doi.org/10.15575/azzahra.v4i2.28765 (Diakses 9 Agustus 2026)

Sehnur, Y. N. D. W. D. (2026). Negotiation of masculinity in digital space: A study of male beauty influencers in Indonesia. Lentera: Journal of Gender and Children Studies, 6(1), 682–690. https://doi.org/10.26740/lentera.v6i1.51893 (Diakses 9 Agustus 2026)

Sobur, A. (2013). Semiotika komunikasi (Cetakan ke-5). PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.

Tibefrilia, J. D., & Meinawati, E. (2026). New soft masculinity discourse in era digital: A critical analysis of Zayn Malik’s Instagram posts. English Learning Innovation https://doi.org/10.22219/englie.v7i1.43178 (englie), 7(1), 304–323.

Downloads

Published

2026-10-19