Konstruksi Makna Cancel Culture di Media Sosial: Studi Kasus pada Akun Tiktok @Juletrulala

Authors

  • ID Aida Maulidea Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta Indonesia Author
  • ID Deby Puspitaningrum Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/82xfdn69

Keywords:

cancel culture, konstruksi sosial, media sosial, TikTok, Berger dan Luckmann

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi makna cancel culture pada akun TikTok @juletrulala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann yang meliputi eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna cancel culture pada akun TikTok @juletrulala dikonstruksi melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Pada tahap eksternalisasi, pengguna mengekspresikan pandangan dan penilaiannya terhadap suatu tindakan atau peristiwa melalui komentar, unggahan ulang (repost), serta video tanggapan. Pada tahap objektivasi, berbagai respons tersebut berkembang menjadi pemaknaan bersama yang memandang cancel culture sebagai bentuk kritik sosial, kontrol sosial, dan hukuman sosial digital. Selanjutnya, pada tahap internalisasi, pemaknaan tersebut diterima dan dipahami oleh individu berdasarkan pengalaman, pengetahuan, serta interaksi mereka di media sosial. Hasil observasi menunjukkan bahwa respons netizen didominasi oleh kritik dan penyebaran informasi berlangsung melalui komentar, repost, serta video tanggapan. Perbedaan pemaknaan tersebut berkaitan dengan pengalaman, pengetahuan, serta interaksi informan dalam menggunakan media sosial. Dengan demikian, cancel culture pada akun TikTok @juletrulala tidak terbentuk sebagai makna yang tunggal, tetapi dikonstruksi melalui proses interaksi sosial pengguna di ruang digital.
Kata Kunci: cancel culture, konstruksi sosial, media sosial, TikTok, Berger dan Luckmann.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, W., Untari, F. I., & Arafah, S. N. (2023). Mengungkap Cancel Culture: Studi Fenomenologis tentang Kebangkitan dan Dampaknya di Era Digital. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(4), 10384–10402. https://j-innovative.org/index.php/Innovative

Baym, N. K. (2021). Creator culture: An introduction to global social media entertainment. NYU Press.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1990). Tafsir Sosial atas Kenyataan. Jakarta: LP3ES.

Bur, R., Ayuningtyas, F., & Muqsith, M. A. (2023). Pemanfaatan TikTok Sebagai Media Informasi Baru Generasi Z. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(2), 189–198. https://doi.org/10.33366/jkn.v5i2.260

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE Handbook of Qualitative Research (5th ed.). Los Angeles: SAGE Publications.

Fadeli, M. (2025). Filsafat Komunikasi: Konstruksi Makna Digital. https://books.google.co.id/books?id=mi5oEQAAQBAJ

Flick, U. (2022). The SAGE handbook of qualitative research design.

Hasna, A. A., & Hendratomo, G. (2024). Cancel Culture Pelaku Pelecehan Seksual di Media Sosial. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 13(1), 1–12.

Ibrahim, M. B., Sari, F. P., Kharisma, L. P. I., Kertati, I., Artawan, P., Sudipa, I. G. I., Simanihuruk, P., Rusmayadi, G., Muhammadiah, M., Nursanty, E., & Lolang, E. (2023). Metode Penelitian Berbagai Bidang Keilmuan (Panduan & Referensi). Sonpedia Publishing Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=OCW2EAAAQBAJ

Lumbu, A., Panda, F. M., Judijanto, L., Djollong, A. F., Tumober, R. T., Priyanto, P., Marliana, T., Basir, M. K., Utami, R. N., & Ardiansyah, W. (2026). Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Penerapan Praktis Analisis Data Berbasis Studi Kasus. https://books.google.co.id/books?id=-Fy_EQAAQBAJ

Maheswara, R. (2026). Indonesia Jadi Negara Pengguna Tiktok Terbanyak April 2026. In Dataindonesia.id. https://dataloka.id/humaniora/6567/indonesia-jadi-negara-pengguna-tiktok-terbanyak-april-2026/

Mardeson, E., & Mardesci, H. (2022). Fenomena Boikot Massal (Cancel Culture) di Media Sosial. Jurnal Riset Indragiri, 1(3), 174–181.

Moleong, L. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasrullah, R. (2020). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi Edisi Revisi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Nasrullah, T., & Jannah, M. (2022). Pemanfaatan media sosial instagram sebagai sarana promosi perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulukumba. Jurnal Ilmu Perpustakaan (Jiper), 4(1), 1–12.

Novitasari, D., Rizki O, A. S., Lorensa, L., Ristyawati, M. S., Cahyani, C. A., Kusuma, F. A., & Fernanda, F. E. (2026). Interaksionisme Simbolik dan Teori Postmodernisme dalam Memahami Realitas Sosial Masyarakat Modern. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 1333–1344. https://doi.org/10.63822/kz3d3g90

Pardianti, M. S., & Valiant, V. (2022). Pengelolaan Konten TikTok sebagai Media Informasi. IKON: Jurnal Ilmu Komunikasi, 27(2), 187–210.

Rakatiwi, Y., Rubino, R., & Mailin, M. (2024). Mekanisme Cancel Culture Dalam Gerakan# Stoptoxic: Studi Transformasi Kritik Ke Isolasi Digital Di Platform Twitter. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS), 4(3), 931–942.

Rina, N., Thoibah, S., & Saleh, K. P. A. (2024). Peran Media Sosial Sebagai Saluran Komunikasi Digital Dalam Kehumasan. Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR), 3(1), 26–39.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Sutopo (ed.); 2nd ed.). ALFABETA.

Zaxrie, S. ’Ainun. (2024). Peran Media Sosial Sebagai Saluran Komunikasi Digital Dalam Kehumasan. Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR), 3(1), 26–39. https://doi.org/10.25124/ijdpr.v3i1.8084

Downloads

Published

2026-10-20