Pengaruh Insomnia terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas: Studi Cross-Sectional di SMAN 2 Bireuen

Authors

  • ID Ari Iqzar Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe Indonesia Author
  • ID Muhammad Sayuti Bagian Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe Indonesia Author
  • ID Cut Sidrah Nadira Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/d0xdgg89

Keywords:

Insomnia, Motivasi Belajar, Remaja, Siswa SMA, Irama Sirkadian, Learning Motivation, Adolescents, High School Students, Sleep Quality

Abstract

Studi epidemiologi menunjukkan peningkatan jumlah remaja yang mengalami gangguan tidur seperti insomnia [1, 5]. Insomnia berpotensi mengganggu fungsi kognitif, konsentrasi, dan motivasi belajar siswa yang merupakan faktor kunci dalam pencapaian prestasi akademik [8, 9, 12]. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh insomnia terhadap motivasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Bireuen [9, 10]. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional [11]. Sampel diambil menggunakan teknik non-probability sampling berdasarkan rumus Slovin, melibatkan 90 siswa dari kelas X, XI, dan XII [5, 11]. Pengumpulan data menggunakan KSPBJ Insomnia Rating Scale untuk mengukur derajat insomnia dan kuesioner terstruktur untuk motivasi belajar [9, 10]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami insomnia sangat berat (45,6%) dan memiliki motivasi belajar kategori kurang (54,4%) [5, 9]. Uji Chi-Square menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara derajat insomnia dengan motivasi belajar siswa (p = 0,000; p < 0,05) [9, 11]. Semakin tinggi derajat insomnia yang dialami siswa, semakin rendah motivasi belajar yang dimiliki [9, 10]. Diperlukan perhatian khusus dari pihak sekolah dan orang tua untuk mengedukasi siswa mengenai sleep hygiene guna meningkatkan kualitas tidur dan motivasi belajar [5, 12].
Kata kunci: Insomnia, Motivasi Belajar, Remaja, Siswa SMA, Irama Sirkadian.
Abstract
Epidemiological studies indicate an increasing prevalence of sleep disorders, particularly insomnia, among adolescents [1, 5]. Insomnia negatively impacts cognitive functions, concentration, and learning motivation, which are essential for academic success [8, 9, 12]. This study aimed to determine the effect of insomnia on student learning motivation at SMAN 2 Bireuen [9, 10]. A quantitative cross-sectional design was conducted involving 90 students selected through non-probability sampling based on the Slovin formula [5, 11]. Data were gathered using the KSPBJ Insomnia Rating Scale and a structured learning motivation questionnaire [9, 10]. The results revealed that the majority of respondents suffered from severe insomnia (45.6%) and possessed low learning motivation (54.4%) [5, 9]. Chi-Square analysis demonstrated a statistically significant relationship between insomnia severity and learning motivation (p = 0.000; p < 0.05) [9, 11]. Higher levels of insomnia correlated with diminished learning motivation [9, 10]. School management and parents should collaborate to implement sleep hygiene education to enhance students' sleep quality and academic drive [5, 12].
Keywords: Insomnia, Learning Motivation, Adolescents, High School Students, Sleep Quality.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Nurdin MA, Arsin AA, Thaha RM. Kualitas hidup penderita insomnia pada mahasiswa. J MKMI. 2018;14(2):128–138.

Buysse DJ. Insomnia. JAMA. 2013;309(7):706–716.

Roth T. Insomnia: definition, prevalence, etiology, and consequences. J Clin Sleep Med. 2007;3(5 Suppl):S7–S10.

Levenson JC, Kay DB, Buysse DJ. The pathophysiology of insomnia. Chest. 2015;147(4):1179–1192.

Zahara R, Nurchayati S, Woferst R. Gambaran insomnia pada remaja di SMK Negeri 2 Pekanbaru. JOM FKp. 2018;5(2):120–128.

Fernandez-Mendoza J, Vgontzas AN. Insomnia and its impact on physical and mental health. Curr Psychiatry Rep. 2013;15(12):418.

Fatayi. Penilaian kualitas hidup penderita insomnia berdasarkan aspek kesehatan fisik dan mental [skripsi]. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2008.

Karaman MA, Watson JC. Examining associations among achievement motivation, locus of control, academic stress, and life satisfaction: a comparison of U.S. and international undergraduate students. Pers Individ Dif. 2017;111:106–110.

Purwaningsih E, Prabowo T, G FB. Hubungan insomnia dengan motivasi belajar pada mahasiswa STIKes Guna Bangsa Yogyakarta. J Health. 2014;1(2):60–68.

Pratiwi CA, et al. Hubungan antara insomnia dengan minat belajar pada mahasiswa asrama STIKes Muhammadiyah Palembang. Jurnal Kesehatan. 2015;3(1):15–22.

Rimbawan P, Ratep N. Prevalensi dan korelasi insomnia terhadap kemampuan kognitif remaja usia 15–18 tahun di Panti Asuhan Widhya Asih 1 Denpasar. E-Jurnal Medika. 2016;5(5):1–8.

Sardiman AM. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Rajawali Pers; 2014.

Slameto. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.

Mallampalli MP, Carter CL. Exploring sex and gender differences in sleep health: a Society for Women's Health Research report. J Womens Health (Larchmt). 2014;23(7):553–562.

Yazar M. Hubungan antara frekuensi penggunaan fasilitas jejaring sosial dengan kejadian insomnia pada mahasiswa S1 keperawatan. Banjarmasin: STIKES Muhammadiyah Banjarmasin; 2012.

Monks FJ, Knoers AMP, Haditono SR. Psikologi perkembangan: pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2006.

Downloads

Published

2026-10-22