Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan dan Sikap Pedagang Terhadap Tanggap Darurat Bahaya Kebakaran di Pasar Inpres Lhokseumawe

Authors

  • ID Yasmine Noor Zahwa Program Studi Profesi Dokter, Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe Indonesia Author
  • ID Cut Sidrah Nadira Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia Indonesia Author
  • ID Harvina Sawitri Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/d7x19x18

Keywords:

Fire Disaster, Traditional Market, Emergency Response, Knowledge, Attitude

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana dengan risiko tinggi di pasar tradisional yang dapat mengakibatkan kerugian material, cedera, hingga kematian. Kesiapsiagaan pedagang dalam tanggap darurat sangat krusial guna meminimalkan dampak buruk bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dan sikap pedagang terhadap tanggap darurat bahaya kebakaran di Pasar Inpres Lhokseumawe. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 97 pedagang yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji alternatif Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kelompok usia pekerja (42,3%), berjenis kelamin perempuan (54,6%), berpendidikan SMA/SMK (72,2%), dan pernah mengalami kejadian kebakaran (73,2%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (96,9%) dan sikap positif (94,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap pengetahuan (p = 0,044) dan sikap (p = 0,021), serta pengaruh signifikan antara pengalaman kebakaran terhadap pengetahuan (p = 0,004) dan sikap (p = 0,000). Sebaliknya, faktor usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan maupun sikap (p > 0,10). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan dan pengalaman merupakan faktor determinan utama dalam kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran pedagang. Disarankan kepada pengelola pasar dan instansi terkait untuk memfasilitasi sarana proteksi kebakaran aktif seperti APAR dan sistem alarm, serta menyelenggarakan pelatihan simulasi kebakaran secara berkala.

Kata kunci: Kebakaran, Pasar Tradisional, Tanggap Darurat, Pengetahuan, Sikap

Abstract

Fire disaster is a major hazard in traditional markets that often leads to severe property loss, physical injury, and fatalities. Traders' emergency response preparedness plays a vital role in mitigating the catastrophic consequences of fire incidents. This study aims to analyze the factors influencing traders' knowledge and attitudes toward fire emergency response at Pasar Inpres Lhokseumawe. An analytical quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 97 active traders selected via accidental sampling. Data were collected using a validated and reliable structured questionnaire, followed by univariate and bivariate analysis using Fisher's Exact Test. The results revealed that the majority of respondents were in the working age category (42.3%), female (54.6%), had senior high school education (72.2%), and had prior fire experience (73.2%). Most traders demonstrated good knowledge (96.9%) and positive attitudes (94.8%). Bivariate analysis demonstrated a statistically significant influence of formal education on knowledge (p = 0.044) and attitude (p = 0.021), as well as prior fire experience on knowledge (p = 0.004) and attitude (p = 0.000). Conversely, age and gender showed no significant influence (p > 0.10). In conclusion, formal education level and direct disaster experience are significant determinants shaping fire preparedness among market traders. It is strongly recommended that local municipal authorities provide standardized fire suppression systems (such as fire extinguishers and early warning alarms) and conduct routine emergency simulation drills.

Keywords: Fire Disaster, Traditional Market, Emergency Response, Knowledge, Attitude

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Muhammad KWI. Tingkat Keselamatan Pasar Tradisional Dari Bahaya Kebakaran (Studi Kasus Pasar Kepanjen). [Skripsi]. Malang: Universitas Brawijaya; 2018.

2. Karla, National Fire Protection Association (NFPA). Fire Protection Handbook. 20th ed. Quincy, MA: NFPA; 2008.

3. Satispi E, Harmonis, Urip. Aktivitas Humas Pemerintah Daerah Dalam Sosialisasi Program Di Dinas Kebakaran Jakarta Selatan. Jurnal Perspektif Komunikasi. 2019;3(2):71–7.

4. Reyhan MZ, Ardiansyah A, Syam A. Tanggung Jawab Pemerintah Sebagai Akibat Pengaruh Asap Kebakaran Lahan Dan Hutan Di Provinsi Riau Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan. 2021;5(1):47–61.

5. International Association of Fire and Rescue Service. The CTIF World Fire Statistics Report No. 27. Ljubljana: CTIF; 2022.

6. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) Tahun 2021. Jakarta: BNPB; 2022.

7. Muktiningrum T, Wakidah RN, Aflahah DSI, Taufik I, Susilowati, Zahra AS, dkk. Sosialisasi Bahaya Pencurian Listrik Pada Instalasi Kabel Rumah Tangga. Jurnal Abdi Insani. 2022;9(2):580–9.

8. Ayu F, Ratriwardhani RA. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Santri Terhadap Kesiapsiagaan dalam Penanggulangan Bencana Kebakaran di Pondok Pesantren X di Kota Surabaya. Business and Finance Journal. 2022;6(1):21–5.

9. Tirtawidi A. Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dengan Perilaku Masyarakat Dalam Manajemen Stres Di Dukuh Tengah Desa Nambangrejo. [KTI]. Ponorogo: Universitas Muhammadiyah Ponorogo; 2018.

10. Yuliani NKS. Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Makanan Kariogenik Dan Karies Gigi Molar Pertama Permanen Pada Siswa Kelas IV SDN 1 Pejeng Tampaksiring Gianyar. [KTI]. Denpasar: Poltekkes Kemenkes Denpasar; 2018.

11. Azkia GR. Hubungan Pengetahuan dan Pengalaman Warga dengan Perilaku Penanggulangan Kebakaran di Lingkungan Perumahan 'X' Tahun 2018. [Skripsi]. Jakarta: STIKES Binawan; 2018.

12. Masriadi. Enam Toko Ludes Terbakar di Pasar Inpres Lhokseumawe. Kompas.com. 2019.

13. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Lhokseumawe. Laporan Kejadian Kebakaran Pasar Inpres Lhokseumawe 2020. Lhokseumawe: Damkar; 2020.

14. Bahri S, Hayati N. Ditinggal Dalam Keadaan Kosong, Satu Unit Rumah di Pasar Inpres Lhokseumawe Terbakar. Serambi Indonesia. 2021.

15. Trifianingsih D, Agustina DM, Tara E. Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Kebakaran Di Kota Banjarmasin. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI). 2022;7(1):7–11.

16. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Teknis Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2014.

17. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2008. Jakarta: Depkes RI; 2009.

18. Indrawati S. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pekerja Bagian Produksi Dengan Perilaku Penanggulangan Kejadian Kebakaran di PT Raksa Jaya Perkasa Kabupaten Gresik. [Skripsi]. Mojokerto: STIKES Majapahit; 2021.

19. Aprilia H, dkk. Hubungan Karakteristik dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir di Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan. 2023;14(1):66–80.

20. Nurani WT. Pengaruh Pelatihan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Petugas Pemadam Kebakaran. [Skripsi]. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah; 2015.

21. Ismawan, Aditiansyah. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Penghuni dan Fasilitas Rumah Susun terhadap Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran di Rumah Susun Pekunden Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2014;2(1):45–52.

22. Rais IS. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Kesiapsiagaan Dalam Menanggulangi Kebakaran di PT Pura Barutama Kudus. [Skripsi]. Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang; 2018.

23. Fitrianti F, Pertiwi WE. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Industri. Faletehan Health Journal. 2017;4(5):242–9.

24. Indragiri S. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Upaya Penanggulangan Kebakaran pada Karyawan di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul. Jurnal Kesehatan. 2020;7(2):838–43.

25. Havwina T. Pengaruh Pengalaman Bencana Terhadap Kesiapsiagaan Peserta Didik dalam Menghadapi Ancaman Gempa Bumi dan Tsunami. Jurnal Pendidikan Geografi. 2016;16(2):120–8.

26. Sukarman. Faktor Pendukung dan Peran Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Pada Balai Taman Nasional Way Kambas. Jurnal Sylva Lestari. 2017;5(3):104–15.

27. Rofifah R. Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Kesiapsiagaan Bencana Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Diponegoro. [Skripsi]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2019.

28. Jiang L, et al. Knowledge, Attitudes, and Competence in Nursing Practice of Typhoon Disaster Relief Work Among Chinese Nurses: A Questionnaire Survey. International Journal of Nursing Practice. 2015;21(1):60–9.

29. Fitriana L, Suroto, Kurniawan B. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Upaya Kesiapsiagaan Karyawan Bagian Produksi Dalam Menghadapi Bahaya Kebakaran di PT Sandang Asia Maju Abadi. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2017;5(3):295–307.

Downloads

Published

2026-10-26