Nilai-Nilai Islam dalam Budaya Muakhi Masyarakat Lampung Saibatin

Authors

  • ID Ratna Dewi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Raden Intan Lampung Indonesia Author
  • ID Nahwah Auliatus Zahroh Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab, UIN Raden Intan Lampung Indonesia Author
  • ID Ahmad Hafiz Al Ridho Al Islami Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab, UIN Raden Intan Lampung Indonesia Author
  • ID Muhammad Fahrezi Putra Aditama Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab, UIN Raden Intan Lampung Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/bde7hm91

Keywords:

muakhi, angkon muakhi, nilai Islam, Lampung Saibatin, ukhuwah

Abstract

Muakhi adalah kearifan lokal masyarakat Lampung yang menempatkan persaudaraan sebagai dasar hubungan sosial. Artikel ini menjelaskan nilai-nilai Islam dalam budaya muakhi pada masyarakat Lampung Saibatin dan menunjukkan wujudnya dalam tiga praktik nyata: angkon muakhi (pengangkatan saudara), penyelesaian perselisihan secara damai, dan sasuduk (bantuan bagi keluarga yang menikahkan anak). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi pustaka terhadap jurnal ilmiah, buku, dan pemberitaan peristiwa adat. Hasilnya menunjukkan bahwa muakhi memuat nilai persaudaraan, kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian yang sejalan dengan ukhuwah, ta’awun, silaturahmi, dan akhlak sosial dalam Islam. Meski demikian, praktik tertentu seperti sasuduk perlu dijaga agar tetap sukarela dan ikhlas, sebagaimana diajarkan Islam.

Kata Kunci: muakhi; angkon muakhi; nilai Islam; Lampung Saibatin; ukhuwah

Abstract

Muakhi is a local wisdom of the Lampung people that places brotherhood at the foundation of social relations. This article explains the Islamic values in muakhi culture among the Lampung Saibatin and shows how they appear in three real practices: angkon muakhi (the adoption of a brother), peaceful dispute settlement, and sasuduk (communal aid for wedding hosts). Using a descriptive-qualitative library research method, it finds that muakhi embodies brotherhood, togetherness, responsibility, and care that correspond with the Islamic concepts of ukhuwah, ta’awun, silaturahmi, and social ethics. Some practices, such as sasuduk, must nevertheless remain voluntary and sincere, as Islam teaches.

Keywords: muakhi; angkon muakhi; Islamic values; Lampung Saibatin; ukhuwah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aryani, Mera, Eko Hidayat, dan M. Yusuf Al Arif. “Sasuduk in the Marriage Customs of Lampung Saibatin According to Islamic Law (Study in Gedung Cahya Kuningan Village, Ngambur District, West Coast Regency).” Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam 11, no. 1 (2026): 31–46. https://doi.org/10.25217/jm.v11i1.7427.

“Bupati Pringsewu Terima Gelar Adat Khadin Mas Narapati Jaya Pamungkas.” Metro TV News, 9 Oktober 2025. https://www.metrotvnews.com/play/kewCM9xw-bupati-pringsewu-terima-gelar-adat-khadin-mas-narapati-jaya-pamungkas.

“Gubernur Lampung Terima Gelar Adat dari Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak.” RRI.co.id, 10 Juli 2026. https://rri.co.id/bandar-lampung/budaya/2558631/gubernur-lampung-terima-gelar-adat-dari-kerajaan-paksi-pak-sekala-brak.

Hadiyyin, Ikhwan. “Konsep Pendidikan Ukhuwah: Analisa Ayat-Ayat Ukhuwah dalam Al-Qur’an.” Al-Qalam 33, no. 2 (2016): 25–40.

Hasan, Zainudin, dan Fathul Muin. “Settlement of Criminal Cases Through the Angkon Muakhi Customary Law of Lampung as a Form of Restorative Justice from a Human Rights Perspective.” As-Siyasi: Journal of Constitutional Law 6, no. 1 (2025): 89–102. https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/assiyasi/article/view/29100.

Laraspati, Angga. “Ketua DPD Dapat Gelar Adat dan Pusaka Raja Kerajaan di Lampung.” detikNews, 7 September 2021. https://news.detik.com/berita/d-5714009/ketua-dpd-dapat-gelar-adat-dan-pusaka-raja-kerajaan-di-lampung.

Minandar, Camelia Arni. “Aktualisasi Piil Pesenggiri Sebagai Falsafah Hidup Mahasiswa Lampung di Tanah Rantau.” Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi 8, no. 2 (2018): 517–524.

Nurdin, A. Fauzie. Budaya Muakhi dan Pembangunan Daerah Menuju Masyarakat Bermartabat. Yogyakarta: Gama Media, 2009.

Nurdin, A. Fauzie. “Integralisme Islam dan Kontribusi Budaya Muakhi Bagi Peradaban Masyarakat serta Relevansi Nilai-Nilai Filosofis Budaya Lokal dan Pembangunan Masyarakat Lampung.” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 14, no. 1 (2019). https://doi.org/10.24042/ajsla.v14i1.4481.

Qurun, Khoirotu Alkahfi, dan Laskar P.S. Rari Dudha. “Filosofi Budaya Muakhi Perspektif Fauzie Nurdin.” Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy 2, no. 2 (2020): 121–136. https://doi.org/10.24042/ijitp.v2i2.6998.

Setiawan, Imam. “Begawi Festival, Ruang Persaudaraan Saibatin dan Pepadun Merawat Budaya Lampung.” Metro TV News, 11 Juli 2026. https://www.metrotvnews.com/read/kM6C4r7O-begawi-festival-ruang-persaudaraan-saibatin-dan-pepadun-merawat-budaya-lampung.

Suwarno, Damar Wibisono, dan Pairul Syah. “Makna dan Fungsi Nilai Kekerabatan pada Masyarakat Adat Lampung Saibatin Marga Legun, di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.” Sosiologi: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya 24, no. 2 (2022): 290–323.

Downloads

Published

2026-10-29