Gambaran Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan Puskesmas Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe dalam Menghadapi Bencana Banjir

Authors

  • ID Amirah Rona Filhaqqi Harahap Program Studi Profesi Dokter, Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe Indonesia Author
  • ID Maulana Ikhsan Departemen Kebencanaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe Indonesia Author
  • ID Wheny Utariningsih Departemen Kebencanaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.66914/z8dmap68

Keywords:

Floods, Preparedness, Healthcare Workers, Puskesmas, Disaster Management

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana sangat tinggi akibat letak tektonik dan hidrometeorologi, di mana bencana banjir menjadi salah satu ancaman tahunan paling dominan yang mengancam keselamatan serta kesehatan masyarakat. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memegang peranan vital dalam sistem penanggulangan bencana pada fase prabencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana. Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe tercatat mengalami bencana banjir secara berulang hampir setiap tahun, namun gambaran kesiapsiagaan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut belum pernah diteliti secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapsiagaan tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe dalam menghadapi bencana banjir, yang mencakup aspek kesiapsiagaan individu, kebijakan, pelatihan kebencanaan, perencanaan inventaris sumber daya, dan tim penanggulangan krisis. Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 60 tenaga kesehatan yang dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria tim penanggulangan krisis Kementerian Kesehatan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur tervalidasi dan observasi dokumen inventaris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kesiapsiagaan individu dalam kategori siap (100,0%) dan menilai aspek kebijakan dalam kategori siap (100,0%). Sebagian besar responden menyatakan tim penanggulangan krisis telah siap (88,3%). Namun demikian, seluruh tenaga kesehatan tidak siap dalam aspek pelatihan kebencanaan (100,0%) karena ketiadaan simulasi dan gladi bencana rutin. Selain itu, mayoritas responden tidak siap dalam perencanaan persiapan inventaris sumber daya (95,0%). Disimpulkan bahwa kesiapsiagaan tenaga kesehatan masih bersifat teoritis dan administratif yang belum diimbangi oleh penguatan keterampilan teknis serta kesiapan logistik terstruktur. Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan manajemen Puskesmas untuk menyelenggarakan simulasi bencana berkala terpadu, menyusun SOP spesifik banjir, serta melengkapi inventaris logistik kegawatdaruratan.

Kata kunci: Banjir, Kesiapsiagaan, Tenaga Kesehatan, Puskesmas, Manajemen Bencana

Abstract

Indonesia is categorized as a high-risk country for natural disasters due to its tectonic setting and tropical hydrometeorological conditions, with recurring floods presenting significant public health challenges. Community Health Centers (Puskesmas) play an indispensable role across pre-disaster preparedness, emergency response, and post-disaster recovery phases. Blang Mangat sub-district in Lhokseumawe City experiences annual flood events; however, the disaster preparedness profile of its primary healthcare personnel has not been thoroughly examined. This study aimed to describe the preparedness of healthcare workers at Puskesmas Kecamatan Blang Mangat in facing flood disasters across five critical dimensions: individual preparedness, disaster-related policies, disaster training, resource inventory planning, and crisis response teams. A descriptive cross-sectional study was conducted involving 60 health workers selected through purposive sampling based on Ministry of Health crisis team criteria. Data were gathered using validated structured questionnaires and inventory observational checklists. The findings revealed that all respondents demonstrated readiness in individual preparedness (100.0%) and perceived policy readiness as prepared (100.0%). The majority also reported that crisis response teams were prepared (88.3%). In contrast, all health workers were classified as unprepared in disaster training (100.0%) due to the absence of regular emergency simulation drills. Furthermore, 95.0% of respondents were unprepared regarding resource inventory planning. In conclusion, while individual willingness and administrative frameworks are established, practical capacity is constrained by a lack of operational simulation drills and structured logistical preparedness. It is strongly recommended that local health authorities conduct routine multi-hazard simulation exercises, develop flood-specific standard operating procedures, and optimize buffer stock management for emergency logistics.

Keywords: Floods, Preparedness, Healthcare Workers, Puskesmas, Disaster Management

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adisah, Silitonga, E.M., et al. 2022. Kesiapsiagaan Petugas Kesehatan Puskesmas Dalam Manajemen Bencana di Wilayah Kerja Puskesmas Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah. Prepotif Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), pp. 45-52.

Anies. 2017. Negara Sejuta Bencana: Identifikasi, Analisis, & Solusi Mengatasi Bencana dengan Manajemen Kebencanaan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Astuti, L.P., Hidayat, W., dan Tarigan, F.L. 2022. Kesiapsiagaan Petugas Kesehatan Dalam Manajemen Bencana Banjir Bandang di Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah. Bina Generasi: Jurnal Kesehatan, 14(1), pp. 30-38.

Azkha, N. 2009. Peranan Petugas Kesehatan dalam Penanggulangan Bencana. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 4(1), pp. 41-46.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2016. RBI: Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2020. Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2020. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 2015. Kajian Risiko Bencana Aceh 2016-2020. Banda Aceh: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Aceh.

Bakri, H., Arif, S.K., dan Hisbullah. 2020. Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan Puskesmas Dalam Penanggulangan Bencana Banjir di Kecamatan Manggala Kota Makassar Tahun 2019. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 15(1), pp. 12-19.

Berliana, I. 2019. Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan dalam Menghadapi Bencana Banjir di Wilayah Kerja Puskesmas Curahnongko dan Cakru Kabupaten Jember. Skripsi. Jember: Repository Universitas Jember.

Coppola, D.P. 2015. Introduction to International Disaster Management. 3rd ed. Oxford: Elsevier Ltd.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2006. Pedoman Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Dalam Penanggulangan Bencana. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 145/MENKES/SK/I/2007 Tentang Pedoman Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia. 2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66. Jakarta: DPR RI.

Dodon. 2013. Indikator dan Perilaku Kesiapsiagaan Masyarakat di Permukiman Padat Penduduk dalam Antisipasi Berbagai Fase Bencana Banjir. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 24(2), pp. 125–140.

Hikmah, U.M., Febrianty, S., dan Haksama, S. 2021. Faktor Individu Tenaga Kesehatan Puskesmas dalam Kesiapsiagaan Bencana Banjir Bengawan Solo, Bojonegoro. Media Gizi Kesmas, 10(2), pp. 261–269.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2006. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 066/MENKES/SK/II/2006 tentang Pedoman Sumber Daya Manusia Kesehatan dalam Penanggulangan Bencana. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Pedoman Teknis Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana. Jakarta: Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 059/MENKES/SK/I/2011 tentang Pedoman Pengelolaan Obat dan Perbekalan Kesehatan pada Penanggulangan Bencana. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kurniayanti, M.A. 2012. Peran Tenaga Kesehatan Dalam Penanganan Manajemen Bencana. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 1(1), pp. 85–92.

LIPI – UNESCO/ISDR. 2006. Kajian Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Mengantisipasi Bencana Gempa Bumi & Tsunami. Jakarta: Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Nengrum, L.S. 2020. Review: Analisis Peran Tenaga Kesehatan Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir Di Kabupaten Malang Jawa Timur. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 3(1), pp. 165-171.

Parhusip, H., Manurung, K., Nababan, D., et al. 2022. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Pada Petugas Kesehatan Puskesmas Belawan di Kecamatan Medan Belawan. Prepotif Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(3), pp. 2105-2115.

Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2016. Kenali Dampak Berbahaya Akibat Banjir. Jakarta: Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI.

Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2022. Waspadai Penyakit Pasca Banjir. Jakarta: Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI.

Suparji, Nugroho, S.H.W., Surtinah, N., dan Sunarto. 2021. Monograf 5 Parameter Kesiapsiagaan Bencana. Surabaya: CV. Global Aksara Pers.

Syahputra, A., Abdurrahman, Marlina, dan Fauzi, J. 2023. Peran Tenaga Kesehatan dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir di Kota Lhokseumawe. Malahayati Nursing Journal, 5(1), pp. 88-97.

Tatuil, S., Mandagi, C.K.F., dan Engkeng, S. 2017. Kajian Peran Tenaga Kesehatan dalam Kesiapsiagaan Bencana Banjir di Wilayah Kerja Puskesmas Tumiting Kota Manado. E-Journal Health, 5(2), pp. 1-8.

United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). 2022. Disaster Terminology and Definitions. Geneva: United Nations.

Utariningsih, W., Novalia, V., Qaristy, H., dan Khairunnisa, D. 2022. Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe dalam Menghadapi Bencana Banjir. Jurnal Akses Pengabdian Indonesia (JAPI), 7(3), pp. 180-188.

Wahidah, D.A., Rondhianto, dan Hakam, M. 2016. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kesiapsiagaan Perawat dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 4(3), pp. 488-494.

Welt Risiko Bericht. 2023. World Risk Report 2023: Diversity in Disaster Risk Management. Berlin: Bündnis Entwicklung Hilft / Ruhr University Bochum.

Widayatun, dan Fatoni, Z. 2013. Permasalahan Kesehatan Dalam Kondisi Bencana: Peran Petugas Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat. Jurnal Kependudukan Indonesia, 8(1), pp. 37-52.

Winoto, P.M.P., dan Zahrah, C. 2020. Pengaruh Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Melalui Metode Simulasi Terhadap Peningkatan Keterampilan Dalam Menghadapi Bencana Pada Mahasiswa Siaga Bencana (Magana). Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(2), pp. 142–149.

World Health Organization (WHO). 2006. Communicable Diseases Following Natural Disasters: Risk Assessment and Priority Interventions. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-10-31